Operasi SAR Longsor Banjarnegara Dihentikan, 11 Orang Masih Hilang
·waktu baca 2 menit

Operasi pencarian dan pertolongan korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada Selasa (25/11) malam. Operasi pencarian korban sudah berlangsung selama 10 hari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan operasi SAR tak dapat dilanjutkan karena faktor keselamatan.
"Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca tak menentu, serta luas dan kedalaman timbunan material longsor menjadi pertimbangan utama penutupan operasi SAR di Desa Pandanarum," kata Abdul Muhari dikutip dari Antara, Rabu (26/11).
Di hari terakhir pencarian itu, tim SAR menemukan lima jenazah yang langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk dilakukan identifikasi. Total 17 orang yang ditemukan dalam kondisi tewas, termasuk dua potongan tubuh.
11 Korban Masih Hilang
Terdapat 11 warga yang belum ditemukan hingga saat ini.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat empat warga mengalami luka-luka, serta 1.019 jiwa dari 343 keluarga mengungsi di lima titik pengungsian.
Abdul mengatakan BNPB memberikan pendampingan melekat kepada pemerintah daerah untuk pemulihan lingkungan dampak bencana, termasuk layanan psikososial, pendampingan administratif keluarga korban, serta rencana relokasi warga dari zona rawan longsor.
"Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR. Dilanjutkan doa bersama. Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang," tandasnya.
