Orang Nomor Dua di Al-Qaeda Tewas Dalam Serangan Rahasia Israel di Iran

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana jalan di Teheran, Iran. Foto: MAJID ASGARIPOUR/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jalan di Teheran, Iran. Foto: MAJID ASGARIPOUR/REUTERS

Orang kedua di Al-Qaeda terbunuh dalam serangan rahasia Israel di Iran pada Agustus 2020 lalu. Serangan tersebut atas perintah Amerika Serikat.

Terbunuhnya Abdullah Ahmed Abdullah alias Abu Muhammad al-Masri diungkap The New York Times (NYT) pada Jumat (13/11). Mereka mengutip pernyataan salah satu petinggi intelijen Amerika Serikat.

Dalam artikelnya, NYT menyebut al-Masri dibunuh oleh dua orang bermotor pada 7 Agustus 2020 lalu di jalanan ibu kota Iran, Teheran.

Tentara Al-Qaeda Foto: Reuters

Al-Masri disebut-sebut sebagai suksesor pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. NYT belum mengetahui alasan kenapa operasi pembunuhan terhadap al-Masri disembunyikan hingga saat ini.

NYT menambahkan, AS sudah bertahun-tahun melacak pergerakan pria kelahiran Mesir tersebut di Iran. Namun, secara resmi, Pemerintah AS belum memberikan pernyataan terkait terbunuhnya al-Masri.

Al-Qaeda juga tak mengeluarkan pengumuman soal kematian al-Masri. Sedangkan, Pemerintah Iran membantah laporan terbunuhnya al-Masri.

Mereka menegaskan, tidak ada aktivitas Al-Qaeda di atas tanahnya.

“AS dan Israel terkadang mencoba untuk menghubungkan Iran dengan kelompok-kelompok seperti itu dengan membocorkan informasi bohong kepada media,” ucap jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh seperti dikutip dari Reuters.

Tinggal di Iran

Al-Masri, yang juga pendiri jaringan teroris itu, adalah otak di balik pengeboman dua Kedutaan Amerika Serikat di Afrika.

Menurut laporan NYT, Masri terbunuh bersama anaknya yang juga janda dari anak Osama bin Laden, Hamza bin Laden.

Hamza Bin Laden Foto: Dok. Istimewa

Al-Masri diketahui sempat ditahan di Iran. Namun, pada 2003, al-Masri bebas dan hidup di wilayah kelas atas di Teheran.

Seorang pejabat Badan Kontraterorisme AS percaya Iran sengaja membiarkan al-Masri hidup bebas di Teheran.