Orang Tertua di Dunia, Lucile Randon, Meninggal Dunia di Usia 118 Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lucile Randon, manusia tertua di dunia. Foto: Nicolas Tucat/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Lucile Randon, manusia tertua di dunia. Foto: Nicolas Tucat/AFP

Orang tertua di dunia, biarawati asal Prancis bernama Lucile Randon, meninggal di usia 118 tahun pada Selasa (17/1). Rando mengembuskan napas terakhirnya saat tidur di Panti Jompo Sainte-Catherine-Laboure, Kota Toulon, Provence-Alpes-Côte d'Azur.

"Ada rasa sedih yang luar biasa [bagi kami], tapi itu adalah keinginan Randon untuk bergabung dengan saudara laki-lakinya tercinta [yang sudah meninggal]. Baginya ini adalah pembebasan," ujar juru bicara panti jompo, David Tavell, dikutip dari AFP, Rabu (18/1).

Randon, yang dikenal juga sebagai Sister Andre, menyandang gelar orang tertua di dunia sejak April 2022. Sebelumnya, posisi itu dipegang oleh perempuan asal Jepang, Kane Tanaka, sebelum meninggal di usia 119.

Banyak orang yang ingin mencari tahu apa rahasia umur panjang Randon. Namun Randon selalu menolak saat diminta sampel DNA karena menurutnya, hanya Tuhan yang tahu rahasia umur panjangnya.

Setelah kematian Randon, kini posisi manusia tertua di Prancis kemungkinan besar disandang oleh seorang perempuan berusia 112 dari Vendee, Marie-Rose Tessier. Namun, pakar umur panjang, Laurent Toussaint, menduga kemungkinan ada orang yang usianya lebih tua lagi yang tidak diketahui nama dan keberadaannya.

Sejauh ini, rekor usia tertua yang pernah ada diraih oleh Jeanne Calment, perempuan asal Kota Arles, Prancis, yang meninggal di 1997 pada usia 122 tahun.

Suster Andre, lahir Lucile Randon. Foto: BFM TV melalui AP

Randon lahir sebagai satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara pada 11 Februari 1904 silam. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga Protestan yang tinggal di Kota Ales, Prancis.

Ia sempat bekerja sebagai governess, pengajar privat bagi anak orang kaya, di Paris. Randon menggambarkan masa-masa itu adalah saat paling bahagia di hidupnya.

Pada usia 26 tahun, Randon memutuskan masuk Katolik dan bergabung dengan ordo biarawati, Daughters of Charity, di usia 41 tahun. Ia lalu ditugaskan di sebuah rumah sakit di Vichy selama 31 tahun sebelum pindah ke Kota Toulon.

Dalam sebuah wawancara di hari ulang tahunnya ke-116, Randon mengungkapkan salah satu kenangan terindahnya dalam hidup adalah saat kedua saudara laki-lakinya kembali dari Perang Dunia I.

"Ini jarang terjadi, dalam banyak keluarga biasanya [lebih mungkin] ada dua yang tewas [setelah berangkat perang] daripada dua yang hidup," terang Randon.

Lucile Randon, manusia tertua di dunia. Foto: Nicolas Tucat/AFP

Randon kemudian menghabiskan masa-masa tuanya di Panti Jompo Sainte-Catherine-Laboure. Di sana salah satu kegaitan sehari-harinya adalah berkorespondensi dengan berbagai orang melalui surat.

Di awal pandemi COVID-19, ada 81 penghuni panti jomponya yang terinfeksi corona. Namun ia berhasil selamat dari serangan virus ini.

Guinness World Records secara resmi mengakui status Randon sebagai orang tertua di dunia pada April 2022. Dalam wawancara yang berlangsung kala itu, Randon menyebut pekerjaan dan kepeduliannya terhadap orang lain memberikan semangat untuk hidup.

"Orang-orang mengatakan bahwa pekerjaan membunuh, bagi saya pekerjaan membuat saya tetap hidup, saya terus bekerja sampai saya berusia 108 tahun," ungkap Randon.

Walau tunanetra dan bergantung pada kursi roda, Randon biasa merawat lansia lain yang jauh lebih muda dari dirinya.

"Masyarakat harus saling membantu dan saling mencintai, bukan saling membenci. Bila kita berbagi semua itu, segalanya akan jauh lebih baik," tutur Randon.