Orang Tua Tak Perlu Khawatir soal Kursi Siswa di Hari Pertama Sekolah

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para orangtua menyaksikan anak belajar pada hari pertama masuk sekolah, di SDN Pejaten Barat 01, Senin (15/7). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Para orangtua menyaksikan anak belajar pada hari pertama masuk sekolah, di SDN Pejaten Barat 01, Senin (15/7). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Cerita orang tua siswa datang pagi-pagi mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama sekolah identik dengan fenomena rebutan bangku. Di tahun-tahun lalu, banyak orang tua rela datang sejak subuh guna memastikan anaknya mendapatkan posisi bangku terbaik, biasanya bangku di jajaran paling depan.

Pantauan kumparan di SDN Jatipadang 05, para orangtua berdatangan ke sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Kedatangan mereka utamanya untuk menemani anak serta memeriksa ruangan yang akan ditempati anak menjalani proses belajar.

Para orangtua menyaksikan anak belajar pada hari pertama masuk sekolah, di SDN Pejaten Barat 01, Senin (15/7). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Selain itu, tujuan umum para orang tua ini, yaitu untuk melihat kegiatan yang dilalui sang anak di hari pertama sekolah serta berkenalan dengan guru dan sesama wali murid lainnya.

Salah seorang orangtua, Nur (39), mengaku datang ke sekolah karena anaknya yang mulai menginjak kelas I butuh ditemani. Jika tidak ditemani, takutnya sang anak bisa kebingungan.

“Ya, saya menemani saja. Takutnya nanti dianya canggung, kan. Makanya ditemani dulu, kan masih baru,” ungkap Nur ditemui di SDN Jatipadang 05, Senin (15/7).

Sejumlah siswa dan siswa SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat hari pertama masuk sekolah (15/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sementara seorang ibu lainnya, Via (45), di SDN Pejaten Barat 01, mengaku sengaja datang ke sekolah anaknya untuk berkenalan dengan guru dan sesama orang tua murid. Ia mengatakan bahwa anaknya sudah kelas tiga dan tidak bingung lagi mencari bangku atau ruang kelas.

Meski begitu, Via tetap merasa perlu datang ke sekolah untuk berkenalan dengan guru kelas si anak. Dengan begitu, katanya, terbuka potensi komunikasi yang baik antara guru dan orang tua.

“Di sini ya buat lihat-lihat kelas anak, lalu salaman sama gurunya, kan. Kan ini kelas baru, gurunya juga baru. Makanya kenalan, biar bisa komunikasi kan seputar sekolah,” ungkap Via.

Para orangtua menyaksikan anak belajar pada hari pertama masuk sekolah, di SDN Pejaten Barat 01, Senin (15/7). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Selain bertemu guru kelas, Via juga hendak bercengkrama dengan sesama orang tua. Alasan selanjutnya, Via menyebut ingin mengetahui teman-teman anaknya.

“Kan di sini kita bisa melihat teman-temannya juga, gimana gitu. Sama orang tuanya juga, kita bisa bertemu dan saling komunikasi,” ungkap Via.

Kepala Sekolah SDN Pejaten Barat 01, Sukanto, mengatakan, orang tua perlu bekerja sama dengan guru untuk kepentingan pendidikan si anak.

Sukanto menyebutkan tak ada kejadian rebutan bangku saat hari pertama sekolah. Suasana yang terpantau, lebih banyak didominasi oleh orang tua yang antusias menyaksikan apa yang dilakukan anak pada hari pertama sekolah.

“Tidak usah terlalu, ini, apa, soal tempat duduk anak. Nanti akan kami rolling. Jadi walaupun sehari ini masuk di depan, bisa saja nanti kapan setengah bulan atau satu bulan itu di-rolling. Supaya perhatian anak itu tidak hanya ke satu arah. Kami sudah informasikan itu ke para orang tua,” ujar Sukanto.

Orang tua mengantar anaknya pergi ke sekolah saat hari pertama masuk sekolah (15/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sukanto menyebut, khusus untuk kelas I, para orang tua akan terus dipersilakan datang selama satu minggu ke depan. Kebijakan itu mengingat murid kelas I sedang masa peralihan dari TK ke SD, sehingga sulit lepas dari perhatian orang tuanya.

“Jadi itu khususnya untuk kelas I, seminggu ke depan itu orang tua boleh mengantar anak ke kelas, lalu menunggu anak di luar. Kan anak itu baru, sebelumnya di TK, kan. Jadi, ya, masih mungkin perlulah ditemani beberapa hari oleh orang tuanya,” ucap Sukanto.

kumparan post embed

Hari pertama masuk sekolah menjadi momen penting baik bagi anak maupun orang tua. Hal itu terlebih bagi anak yang baru mulai menjejak kelas I SD.

Hari ini adalah hari pertama anak masuk sekolah. Tak heran, para orang tua rela berjam-jam berada di sekolah, demi melihat, menemani serta membantu proses anak memasuki pengalaman barunya.