Ortu Siswa Paud yang Meninggal Usai Vaksin Corona Sempat Ingin Tuntut Pemerintah

20 Januari 2022 14:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS
ADVERTISEMENT
Kedua orang tua, ZL (6,5) siswa Paud di Cianjur yang meninggal dunia usai menjalani vaksinasi COVID-19 sempat tidak menerima dengan kejadian yang menimpa anak kedua mereka.
ADVERTISEMENT
Meskipun, akhirnya Husen dan Elis yang merupakan warga Kampung Rancabogo RT01/04 Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merelakan kepergian anak bungsunya itu sebagai takdir.
Demikian disampaikan Camat Pasirkuda, Irvan Rustandi, kepada wartawan, Kamis (20/1).
"Sebelumnya, kedua orang tuanya yakni Husen dan Elis sempat tidak menerima anaknya meninggal dunia usai disuntik vaksin COVID-19. Namun, akhirnya menerima dengan kejadian yang menimpa anaknya ZL (6,5) usai menjalani vaksinasi COVID-19 di SD Banyuwangi, Senin (17/1) lalu," kata Irvan.
Bahkan, lanjut Irvan, kedua orang tua ZL sempat akan menuntut pemerintah daerah terkait kejadian yang menimpa anak itu.
"Iya sempat ingin menuntut pemerintah daerah. Namun, hal tersebut tidak terjadi setelah pihak keluarga diberikan pemahaman dan penjelasan oleh Kapolres dan Dinas Kesehatan Cianjur. Mereka, telah menerima kejadian yang menimpa anak bungsunya itu sebagai takdir," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Irvan meminta, semua pihak agar tidak lagi membesar-besarkan kasus meninggalnya siswa PAUD usai menjalani vaksinasi COVID-19 itu.
"Saya minta, jangan dibesar-besarkan. Karena, semuanya sudah menerimanya sebagai takdir. Pemerintah daerah juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Komda KIPI," kata dia.
Sebelumnya, ZL (6,5) siswa PAUD asal Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang meninggal dunia usai menjalani vaksinasi COVID-19 diduga memiliki riwayat masalah kurang gizi kronis (Stunting).
Demikian disampaikan Bupati Cianjur, Herman Suherman kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Rabu (19/1).
Disebutkan Herman, kasus meninggalnya siswa PAUD yang diduga usai menjalani vaksinasi COVID-19 sudah dilaporkan dan ditangani Komnas KIPI.
"Berdasarkan keterangan dari Dinas Kesehatan, diketahui bahwa siswa tersebut memiliki riwayat Stunting. Namun, kita masih mendalami penyebab pastinya dan kasusnya sudah ditangani Komnas KIPI," kata Herman.
ADVERTISEMENT