PA 212 Akan Demo di Kedubes India Besok

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua PA Alumni 212 Slamet Maarif di TPU Pondok Rangon, Senin (20/1/2020). Foto: Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PA Alumni 212 Slamet Maarif di TPU Pondok Rangon, Senin (20/1/2020). Foto: Ricky Febrian/kumparan

Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) akan mendemo Kedubes India di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam poster yang dibagikan Ketum PA 212 Slamet Maarif kepada kumparan, demo akan dilakukan pada Jumat (17/6).

Kegiatan bertajuk Aksi 1706 itu dilakukan setelah salat Jumat. Peserta aksi diminta untuk melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar Kedubes India.

"Kita kecam Pemerintah India dan kita akan meminta Dubes India segera meninggalkan Indonesia," kata Slamet, Kamis (16/6).

Slamet mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi atas pernyataan politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad.

"Ya. Sama perlakuan India ke muslim di sana," kata Slamet.

Terkait jumlah peserta aksi yang akan ikut, Slamet mengatakan ada sekitar 1.000 orang.

"Info dari korlap 1.000 (orang)," kata Slamet.

Anggota serikat pengemudi becak membakar representasi bendera nasional India dan gambar Nupur Sharma, di Karachi, Pakistan, Selasa, 6 Juni 2022. Foto: K.M. Chaudary/AP Photo

Beberapa waktu lalu juru bicara partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad dan Islam dalam sebuah acara debat televisi.

Pemerintah India juga menghancurkan rumah sejumlah aktivis muslim di India. Tindakan itu diambil sebagai buntut kerusuhan yang terjadi saat muslim India demo terkait pernyataan Sharma.

Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin (tengah) memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Boikot Produk India

Terpisah, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan ke kepolisian.

"Seperti biasanya kami hanya melayangkan surat pemberitahuan," kata Novel.

Ia juga menyampaikan 7 tuntutan dalam aksi besok. Salah satu di antaranya meminta agar pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik terhadap India jika tuntutan mereka tidak dikabulkan pemerintah India.

Berikut 7 tuntutan tersebut:

  1. Meminta kepada pemerintah India memproses hukum para penista agama sesuai resolusi PBB tentang Islamophobia

  2. Hentikan tindakan kekerasan dan pembunuhan kepada para ulama dan umat Islam yang membela agamanya dari para penista

  3. Stop merobohkan rumah umat Islam dan ulama yang membela agama Islam

  4. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik terhadap negara India apabila tuntutan kami tidak dikabulkan

  5. Meminta kepada rakyat Indonesia untuk memboikot semua produk India

  6. Meminta kepada rakyat Indonesia tidak melakukan kunjungan ke India

  7. Apabila agama Islam terus dinistakan dan umat Islam diserang, maka meminta kepada pemerintah Indonesia segera mendeportasi warga India yang berada di Indonesia.

Poster Aksi 1706 yang akan digelar oleh PA 212 pada Kamis (16/6/2022). Foto: PA 212