PA 212 akan Demo Omnibus Law ke Istana, Jamin Disiplin Protokol Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi PA 212 tolak Omnibus Law, Selasa (13/10). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aksi PA 212 tolak Omnibus Law, Selasa (13/10). Foto: Dok. Istimewa

Persaudaraan Alumni atau PA 212 memastikan pihaknya akan demo di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Mereka akan mendesak pemerintah mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Kali ini, mereka menamakan diri sebagai Anak NKRI.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan aksi meski ada tekanan dari berbagai pihak. PA 212 juga akan bersikukuh meminta Omnibus Law dicabut.

“Insyaallah, jangan pulang sebelum Undang-undang Ciptaker dicabut,” kata Slamet, Senin (12/10).

Ketua PA 212, Slamet Maarif di Grand Sahid Jaya. Foto: Prabarini Kartika/kumparan

Slamet menuturkan, untuk mencegah adanya penyusup yang berpotensi mengacaukan aksi, pihaknya akan melibatkan laskar.

Slamet juga memastikan, demo tersebut dilakukan sesuai protokol kesehatan. Peserta aksi juga dilarang membawa anak-anak selama aksi berlangsung.

“Laskar nanti yang atur,” ujar Slamet.

Slamet Maarif di Hotel Lorin menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti Ijtima Ulama 3 di Sentul, Bogor. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sebelumnya diberitakan, Slamet mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya. Peserta aksi juga diminta berkumpul di Patung Kuda, Monas.

“SP pada Jumat sudah disampaikan ke Polda oleh korlap,” ungkap Slamet.