PA 212 Demo Kedubes India, Jalur Lambat Depan Kedutaan Ditutup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo PA 212 di depan Gedung Kedubes India, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Demo PA 212 di depan Gedung Kedubes India, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Massa aksi dari Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) berkumpul di depan Kedutaan Besar India, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/2). Keberadaan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi umat Muslim di India.

Pantauan kumparan pada pukul 15.00 WIB massa memenuhi jalur lambat di depan kantor Kedubes India. Mereka membawa poster dan spanduk.

Beberapa spanduk dan poster bertuliskan "USIR DUBES INDIA DARI INDONESIA", "STOP...! KILLING OF MUSLIM", dan "AKSI SOLIDARITAS UNTUK MUSLIM INDIA".

Demo PA 212 di depan Gedung Kedubes India, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Selain dari PA 212, demonstrasi juga diikuti massa dari Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat. Mereka juga membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap sikap pemerintah India kepada Muslim di negara tersebut.

Akibat adanya aksi tersebut, jalur lambat di depan Kedubes India ditutup. Kendaraan yang akan melintas dialihkan ke jalur cepat.

Demo PA 212 di depan Gedung Kedubes India, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebelumnya Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menjelaskan tujuan aksi tersebut untuk membela umat Muslim di India. Sebab negara tersebut baru-baru ini mengeluarkan aturan larangan berhijab bagi wanita muslim.

Demo PA 212 di depan Gedung Kedubes India, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

"Sebagai seorang Islam yang beriman bertakwa pasti terpanggil untuk membela saudaranya dimanapun karena orang beriman itu bagaikan satu tubuh dan kejadian di India sangat memprihatinkan," kata Novel.

"Pemerintah India melakukan pelarangan hijab bahkan pembantaian umat Islam ini jelas melanggar HAM," tambah dia.