Pacar Kopda Muslimin Diamankan, Tolak Diajak Kabur Usai Insiden Penembakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro
zoom-in-whitePerbesar
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro

Kasus penembakan terhadap istri seorang prajurit TNI, Rina Wulandari (34) akhirnya mulai terkuak. Rina ditembak oleh 4 orang yang merupakan pembunuh bayaran yang disewa suaminya, Kopda Muslimin.

Motif penembakan ini adalah karena asmara. Kopda Muslimin diketahui memiliki wanita lain. Dia ingin membunuh istrinya agar bisa menjalin hubungan dengan kekasihnya itu. Identitas pacar Kopda Muslimin saat ini masih belum diungkap oleh polisi.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan Kopda Muslimin sempat mengajak pacar untuk kabur bersama usai insiden penembakan itu terungkap. Namun, kekasihnya itu menolak dan kekasihnya langsung diamankan oleh tim gabungan.

"Yang bersangkutan (Kopda Muslimin) sempat lari tapi pacarnya tidak mau. Dia melakukan tindakan yang tidak patut dan melawan hukum," kata Luthfi di kantornya, Senin (25/7).

Status pacar Kopda Muslimin saat ini masih sebagai saksi.

Kasus ini terjadi pada Senin 18 Juli 2022. Saat itu Rina ditembak 2 kali oleh komplotan itu atas perintah Kopda Muslimin. Bahkan tragisnya, Muslimin meminta eksekutor untuk benar-benar membunuh istrinya.

"Tanggal 18 Juli 2022 hari Senin pukul 08.00 WIB mereka sudah melakukan pematangan TKP. Lalu pukul 11.38 WIB kegiatan penembakan,