Pacul Bicara soal Zaman Transaksional ke KPK: Jangan Kami yang Kecil Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, menyinggung terkait kebijakan yang transaksional ke KPK dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama PPATK dan KPK, Selasa (11/6).

Mulanya, ia membicarakan terkait konektivitas anggaran PPATK dan KPK agar mendukung program negara, terutama untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Uang Kartal.

"Kenapa hari ini PPATK dan KPK dijadikan satu? Karena kami ingin melihat apakah program prioritas PPATK dan KPK itu sudah ada koneksi di dalam mendukung keinginan negara melakukan RUU Pembatasan Uang Kartal dan RUU Perampasan Aset," jelas Pacul.

Pacul menekankan, jika ada konektivitas antara PPATK dan KPK, tugas berikutnya akan lebih mudah dilakukan.

"Tetapi, tidak ada konektivitas antara anggaran PPATK dan KPK, izin. Dulu UU ini diterbitkan mirip bersamaan, Pak. Karena itu adalah tugasnya adalah membuat uang-uang di bantar naik ke permukaan. Sehingga, kita bisa potret semuanya," katanya.

"Kalau demikian, tugas berikutnya akan lebih mudah, Pak. Pikirkanlah ini agar supaya clear semua," lanjutnya.

Kemudian, Pacul menyampaikan keluhannya soal penangkapan oleh KPK. Ia meminta KPK menangkap koruptor-koruptor yang besar.

"Jangan kami yang kecil-kecil ditangkap-ditangkap, mohon izin, Pak. Hari ini kebijakan seperti zamannya sudah kayak begini, Pak," ujar dia.

"Kalau seperti zamannya udah kayak begini, maksud saya seperti zamannya amat sangat transaksional, Pak. Mohon maaf lah kalau ini kawan-kawan jujur untuk sampai ke sini lagi, berat, Pak. Jujur berat, Pak," pungkasnya.