Padamkan Karhutla di Riau, Brimob Bekali Personel di Garis Depan dengan Oksigen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Brimob Polda Riau mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dilakukan dengan strategi berbeda. Foto: Dok. Brimob Polda Riau
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Brimob Polda Riau mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dilakukan dengan strategi berbeda. Foto: Dok. Brimob Polda Riau

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau dilakukan dengan strategi berbeda. Petugas Brimob Polda Riau kini membekali personel yang berada di garis depan dengan tabung oksigen untuk membantu mereka saat melakukan pemadaman.

Kabag Ops Satbrimob Polda Riau AKBP Rivana Wahdi, mengatakan penggunaan oksigen dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi kebakaran yang berbeda dibandingkan hari sebelumnya.

"Hari ini pemadaman kita berbeda dengan hari kemarin, karena melihat kondisi di lokasi agak berbeda. Oleh karena itu, kami membawa oksigen untuk personel yang melakukan pemadaman di bagian depan," kata Rivana kepada kumparan di lokasi, Selasa (25/8).

Petugas Brimob Polda Riau mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dilakukan dengan strategi berbeda. Foto: Dok. Brimob Polda Riau

Menurutnya, oksigen tersebut diharapkan dapat membantu personel yang bekerja di tengah kondisi asap dan panas saat melakukan pemadaman.

"Hari ini kami bawa 10 tabung oksigen. Masa pakainya sampai satu jam dan juga membantu mempercepat proses pemadaman," ujarnya.

Rivana menyebut, petugas masih menghadapi kendala keterbatasan sumber air di lokasi. Meski mesin pemadam yang tersedia cukup banyak, petugas kesulitan mendapatkan pasokan air.

"Untuk sampai saat ini sumber air masih terbatas. Mesin banyak, tapi sulit mendapatkan air," ungkapnya.

Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Dalam proses pemadaman hari ini, sebanyak 58 personel diturunkan. Kondisi di lapangan disebut cukup berat karena angin bertiup kencang sehingga berpotensi membuat api cepat merambat.

"Hari ini agak berat, karena angin sangat kencang," singkatnya.

Selain mengerahkan personel, petugas juga mendapat bantuan alat berat. Alat tersebut digunakan untuk memotong kepala api agar kobaran tidak cepat merambat ke area lainnya.

"Hari ini juga dibantu pakai alat berat untuk memotong kepala api sehingga api tidak cepat merambat," pungkasnya.