Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Paetongtarn Shinawatra Resmi Jadi PM Thailand, Janji Dengarkan Masukan Ayah
19 Agustus 2024 10:57 WIB
·
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Putri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn Shinawatra (37 tahun), dilantik menjadi Perdana Menteri Thailand pada Minggu (19/8). Pengangkatan resmi itu terwujud usai Paetongtarn menerima surat dukungan dari Kerajaan Thailand.
ADVERTISEMENT
Surat itu hadir dua hari setelah Paetongtarn mendapat dukungan mayoritas dari koalisi mayoritas parlemen Thailand untuk menjadi PM selanjutnya.
Paetongtarn adalah keluarga Shinawatra ketiga yang menduduki jabatan PM Thailand. Sebelum dia, sang ayah dan bibi Yingluck Shinawatra, pernah menduduki kursi serupa. Jabatan mereka sama-sama berakhir akibat kudeta militer.
Penerimaan surat dukungan kerajaan dilakukan Paetongtarn di kantor pusat partai Pheu Thai. Upacara itu dihadiri sang ayah, anggota partai dan koalisi pemerintahan. Dengan ini, Paetongtarn menggantikan posisi PM sebelumnya yang juga berasal dari Pheu Thai, Srettha Thavisin.
Srettha dicopot pada pekan lalu oleh Mahkamah Konstitusi setelah berkuasa kurang dari setahun. Pemecatan itu karena Srettha menunjuk menteri yang pernah dipenjara akibat korupsi.
Setelah resmi dilantik, Paetongtarn dan Thaksin nampak berjalan bersama. Mereka melambaikan tangan ke arah pendukungnya dan tamu undangan.
ADVERTISEMENT
Paetongtarn mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kerajaan Thailand kepada dirinya. Ucapan serupa khusus disampaikan Paetongtarn ke rakyat dan anggota parlemen.
"Saya akan menjabat dengan pikiran terbuka dan akan membuat setiap inci di Thailand sebagai ruang bagi rakyat Thailand untuk berani bermimpi, berani mencipta, dan berani menentukan masa depan mereka sendiri," ucap Paetongtarn seperti dikutip dari Associated Press.
Dia menambahkan, masa pemerintahannya akan fokus pada stimulus perekonomian, peningkatan layanan kesehatan dan dukungan terhadap penggunaan soft power di panggung dunia.
Paetongtarn mengakui akan meminta nasihat dari ayahnya jika dirasa dibutuhkan.
"Saya adalah diri saya. Saya punya hal-hal dan tujuan harus dicapai di masa depan, tapi tentunya semua komentar dari beliau (Thaksin) sangat bernilai bagi saya," kata Paetongtarn.
ADVERTISEMENT