kumparan
6 Juli 2018 21:32

Pak Dirman Laporkan Kecurangan yang Terjadi Selama Pilgub ke Prabowo

Pertemuan Prabowo dan Sudirman Said di Rumah Kertanegara (Foto: Reki Febrian/kumparan)
Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said melaporkan hasil Pilgub Jateng ke Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan digelar di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Sudirman menyampaikan beberapa catatan kecurangan yang terjadi selama gelaran Pilgub Jateng.
ADVERTISEMENT
“Sekali lagi dalam musim politik kita agak rame saya kedatangan pak Dirman, dateng dari Jawa Tengah melaporkan hasil dari pilgub, namun kita prihatin karena ada indikasi kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan pemilihan tersebut,” kata Prabowo seusai pertemuan, Jumat (6/7).
Sudirman menimpali dan berusaha menjelaskan kejanggalan dalam proses Pilgub Jateng. Setidaknya ada beberapa hal yang mengganjal selama proses pilkada. Terutama, terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan identitas ganda yang menjadi penentu dalam pemungutan suara. Mantan Menteri ESDM mengaku sangat dirugikan dengan adanya kecurangan tersebut.
"Nomor 1 DPT bermasalah, yang DPT itu mulai dari nomor ganda, nama ganda nomor KTP nya enggak jelas, sampai nama dengan 3 huruf. Yang jelas itu bukan nama orang tapi nama mesin. Itu kalau dihitung mereview 24 Kab/Kota potensinya sampai 3,7 juta. Tadi Pak Prabowo menyatakan itu hampir sama dengan selisih nomor 1 dan nomor 2, jadi ini nomor 1," kata Sudirman.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, dalam proses pilkada, KPU gagal melakukan lelang alat peraga kampanye akibatnya proses pengenalan dirinya di masyarakat Jateng sedikit terbatasi. Selain itu, pihaknya juga mendapati perlakuan aparat yang tak netral sehingga membuat pemenangan menjadi semakin sulit.
"Minimalnya alat peraga kampanye karena berkali-kali KPU gagal melakukan lelang alat kampanye. Kemudian, soal perlakuan aparat pengawas maupun keamanan pada kita yang menunjukkan ketidakseimbangan," ucapnya.
Sudirman Said dan Ida Fauziyah. (Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Sudirman juga menyoroti masih maraknya praktek money politic di Pilgub Jateng dan insiden penodongan kepada sopirnya pada Kamis malam (21/6) sebelum masa tenang. Saat itu, sopirnya yang sedang membawa uang saksi untuk Pilgub Jateng itu sempat dibawa sejumlah orang bersenjata api.
"Soal money politics di mana-mana meskipun memang problematik karena semua yang mengalami mau bersaksi. Nah, yang berikutnya adalah anda tahu semua kejadian Kamis malam," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, pihaknya akan menunggu hasil resmi Pilgub Jateng dari KPU sembari mengumpulkan bukti-bukti kecurangan yang terjadi selama perhelatan pilkada.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan