Pakai Kippah, Warga Jerman Gelar Aksi Menentang Sentimen Anti-Yahudi

Ribuan warga Jerman turun ke jalan-jalan kota memprotes meningkatnya sentimen anti-Yahudi di negara itu. Menunjukkan solidaritasnya, para peserta aksi memakai kippah, topi khas umat Yahudi.
Diberitakan Reuters, aksi ini digelar di beberapa kota di Jerman, terbanyak di Berlin yang diikuti oleh 2.000 orang pada Rabu (25/4). Aksi serupa juga digelar di Cologne dan beberapa kota lainnya. Mereka memprotes kasus anti-Semit yang dianggap semakin banyak terjadi di Jerman.
Bertajuk "kippa-march" para peserta aksi memakai kippah dan membawa bendera Israel. Berbicara dalam aksi tersebut, ketua komunitas Yahudi Berlin Gideon Joffe yang memperingatkan umat Yahudi Jerman untuk berhati-hati.

Wali Kota Berlin Michael Mueller yang berbicara aksi itu mengatakan, "Hari ini kita semua memakai kippah. Hari ini, Berlin memakain kippah."
Aksi ini digelar setelah muncul video yang menunjukkan serangan anti-Semit di Jerman. Dalam video tersebut, seorang pria Arab-Israel diserang dengan sabuk ketika melakukan ekspresimen berjalan dengan memakai kippah di sebuah distrik di Berlin.
Sebelumnya dilaporkan, anak-anak Yahudi di-bully di sekolah. Akibat berbagai peristiwa ini, Kepala Dewan Pusat Yahudi Jerman, Josef Schuster, mengimbau warga Yahudi agar tidak mengenakan kippah di kota-kota besar.
Kemarahan umat Yahudi semakin terbakar setelah duo rapper mendapatkan penghargaan anugerah musik Jerman, Echo. Dalam lirik musiknya, rapper Kollegah and Farid Bang menyebutkan kata-kata yang sensitif untuk Yahudi, seperti "saya akan melakukan Holocaust lain, dengan Molotov" dan tubuh mereka "lebih berharga dari tahanan Auschwitz".

Menurut data organisasi RIAS yang melacak kekerasan anti-Semit, tahun lalu ada 947 kasus anti-Yahudi di Berlin, termasuk di antaranya 18 penyerangan dan 23 pengancaman. Di seluruh Jerman, jumlahnya mencapai empat kasus per hari pada 2017, tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Partai anti-imigran Jerman, Alternative for Germany (AfD), menyalahkan imigran dari negara-negara Islam yang jumlahnya mencapai 1,6 juta orang atas meningkatnya kasus anti-Semit.
"Kami telah memberi peringatan sejak dini soal kekuatan besar anti-Semit oleh Muslim," kata anggota senior AfD Georg Pazderski.

Namun harian Tagesspiegel yang dikutip Reuters melaporkan data pemerintah menunjukkan 1.377 dari 1.452 kasus kejahatan anti-Semit pada 2016 justru dilakukan oleh kelompok sayap kanan radikal.
Komunitas Muslim Turki mengatakan umat Islam Jerman juga menentang sikap anti-Semit. Bahkan di Berlin, terlihat beberapa warga Muslim berjilbab turut dalam aksi dengan mengenakan kippah.
"Jika Anda ingin memerangi Islamofobia, maka Anda tidak bisa menoleransi anti-Semit juga. Dan kami tahu bagaimana anti-Semit berujung dalam sejarah Jerman," kata Gokay Sofuoglu, ketua komunitas Turki di Jerman kepada media Berliner Zeitung.

