Paket Misterius untuk Pendeta di Kudus: Ternyata Berisi Sayuran
·waktu baca 2 menit

Misteri pengirim paket misterius di rumah dinas pendeta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah akhirnya terungkap. Paket misterius itu ternyata diantar oleh anak dari salah satu jemaat gereja berinisial "E", seorang pelajar di Kabupaten Kudus.
Kabar paket misterius sempat membuat geger warga di sekitar rumah dinas pendeta Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Isi paket itu akhirnya terungkap, setelah polisi memastikan paket tersebut tidak berbahaya dan hanya berisi bahan makanan berupa sayuran.
Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus bersama Polsek Jati berhasil mengidentifikasi pengirim paket tersebut. Pengirimnya, adalah teman lama si pendeta.
"Setelah dilakukan klarifikasi, paket tersebut merupakan kiriman bahan makanan dari teman lama. Tidak ada unsur berbahaya. Kesalahpahaman ini terjadi murni karena miskomunikasi," kata Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Rabu (20/5) malam.
Ia menambahkan, paket tersebut ternyata ditujukan untuk istri pendeta.
Awalnya, peristiwa ini membuat kepanikan. Sebab, pendeta lapor polisi atas paket ini. Polisi meresponsnya, tim Gegana Brimob Pati turun ke lapangan bersama personel Polres Kudus dan Polsek Jati.
Mereka mengecek paket itu. Setelah dibongkar, paket tersebut berisi sayuran.
Menurut Dwi, paket itu diantar oleh anak salah satu jemaat gereja yang berinisial "E". E diketahui saat ini bersekolah di Kabupaten Kudus. Namun, karena tidak ada pemberitahuan kepada penerima, paket tersebut sempat disangka mencurigakan.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah panik saat menemukan barang mencurigakan. Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.
"Tetap waspada, tetapi jangan panik. Segera laporkan ke petugas apabila ada hal-hal yang mencurigakan supaya bisa ditangani dengan cepat dan tepat," imbuhnya.
Sementara itu, dalam keterangannya, "E" menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Sebab, telah membuat masyarakat setempat panik.
Ia mengaku sempat berniat mengirimkan foto paket sebagai bukti pengantaran. Namun lupa mengirimkannya ke pendeta.
"Saya minta maaf karena sudah membuat panik dan gaduh. Tadi pagi saya buru-buru berangkat sekolah, jadi lupa mengabari pak pendeta setelah menaruh paket," imbuhnya.
