Paloh di HUT NasDem: 10 Tahun Kami Learning By Doing dari Kesalahan, Kebodohan
·waktu baca 2 menit

NasDem memperingati HUT ke-10 partai bertajuk 'Satu Dekade di Jalan Restorasi'. Ketum NasDem Surya Paloh merasa bersyukur karena partainya mampu bertahan di kancah politik Indonesia selama satu dekade.
"Sungguhlah kita amat sangat mensyukuri ini. Dari satu proses perjalanan waktu yang bergerak begitu cepat, tanpa terasa hari ini NasDem tepat berusia 10 tahun. 10 tahun adalah masa waktu yang relatif masih cukup muda bagi satu institusi parpol," kata Paloh dalam pidatonya di Kampus ABN, Jakarta Selatan, Kamis (11/11).
Selama 10 tahun, kata Paloh, NasDem banyak mengambil pelajaran berharga. Paloh mengatakan NasDem belajar dari setiap kesalahan yang ada dan tetap konsisten membawa perubahan bagi Indonesia.
"Bagi NasDem kita telah banyak memetik pelajaran yang berharga. Learning by doing dari kesalahan, kebodohan yang pernah kita alami bersama. Kita tetap meneguhkan komitmen kita untuk tetap konsisten membawa gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia," kata dia.
"Banyak halnya yang telah kita lakukan. Tapi lebih banyak lagi hal yang belum kita capai dan semua itu harus, mau tidak mau kita akui sebuah prestasi yang kita capai pada saat ini, adalah tidak terlepas karena kondisi situasional yang ada pada bangsa ini," lanjut dia.
Paloh mengatakan dukungan NasDem terhadap pemerintahan Presiden Jokowi juga berimplikasi kepada eksistensi partai sejauh ini.
"Berbasiskan pada stabilitas nasional yang dimiliki, kemampuan administratif roda pemerintahan yang kita dukung di bawah kepemimpinan Presiden jokowi. Inilah yang memberikan implikasi yang cukup berarti hingga run eksistensi partai ini dan fungsi-fungsi yang bisa diintensifkan" kata dia.
Ia juga menambahkan pemerintahan Jokowi mampu menghadapi krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi. Menurutnya, hal itu terjadi karena Jokowi merupakan pemimpin terbuka yang menerima kritik.
"Indonesia, bangsa yang kita miliki, kita bersyukur sekali lagi di bawah kepemimpinan yang begitu piawai dengan segala kerendahan hati, terbuka, mau menerima masukan, kritik, bahkan caci maki. Bangsa ini bisa berdiri tegak dan dapat apresiasi dari bangsa-bangsa lain," pungkas Paloh.
