Paloh Ungkap Isi Pertemuan dengan Jokowi: Tak Spesifik Bahas Rekomendasi Capres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi sempat bertemu Ketum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta Selasa (24/5). Paloh membenarkan adanya pertemuan tersebut.

Namun, Paloh membantah pertemuan dengan Jokowi membahas 3 nama capres yang akan mendapatkan rekomendasi dari Rakernas NasDem pada 15-17 Juni mendatang.

"Ya, ketemu dengan Bapak Presiden benar. Tetapi, kan, tidak spesifik membicarakan hal itu (rekomendasi capres). Banyak hal lain seperti yang kita diskusikan tadi dengan Mas Prabowo," kata Paloh usai bertemu Prabowo di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (1/6).

Terkait capres yang akan direkomendasikan NasDem, Paloh tak mempermasalahkan jika diberikan kepada Ganjar Pranowo, Anies Baswedan atau pun Prabowo.

kumparan post embed

"Kalau ditanya apakah ada Pak Ganjar, apakah ada Pak Anies, apakah ada Pak Prabowo, ya, bisa aja. Enggak ada masalah," tuturnya.

Namun, ia menegaskan pembangunan bangsa harus tetap berlanjut demi menjaga stabilitas nasional.

"Concern kita adalah bagaimana pun juga, pembangunan bangsa ini harus tetap berlanjut. Kita mengerti bagaimana untuk mencapai tahapan kemajuan demi kemajuan berbangsa dan bernegara ini diperlukan satu situasi yang harus bisa dipertahankan. Apa itu? Stabilitas nasional," kata dia.

Dia pun mengajak seluruh elite parpol tetap menjaga stabilitas nasional meskipun bertarung dalam Pemilu 2024.

"Saya ingin mengajak kepada semua elite bangsa ini, termasuk kami berdua apa pun kepentingan partai-partai politik misalnya dalam menghadapi strategi pemilu, kemudian sesudah pemilu tetap harus mengutamakan betapa pentingnya esensi menjaga stabilitas nasional," tutup Paloh.