Palu Berangsur Pulih Usai Gempa M 6,7, Warga Kembali Beraktivitas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Palu III retak akibat gempa magnitudo 6,7. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Palu III retak akibat gempa magnitudo 6,7. Foto: Dok. Istimewa

Kondisi Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan sudah kembali normal sekitar tiga jam setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6).

Masyarakat disebut sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan situasi di sejumlah titik terpantau aman.

Kepala SAR Palu, Muh Rizal, mengatakan kepanikan sempat terjadi sesaat setelah gempa. Namun, kondisi kini berangsur pulih.

“Iya, untuk situasi di Palu tiga jam pasca gempa ini alhamdulillah sudah relatif aman. Situasi sudah normal dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (16/6).

Kondisi Hotel Santika usai diguncang gempa di Kota Palu, Selasa (16/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Gempa berkekuatan M 6,7 sebelumnya mengguncang Palu dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di daratan.

Rizal mengatakan, tim gabungan telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah laporan kerusakan yang beredar di media sosial. Salah satunya di Auditorium Universitas Tadulako yang mengalami kerusakan, namun dipastikan tidak menimbulkan korban.

Selain itu, sebuah kafe di Jalan Kartini juga dilaporkan roboh. Menurut Rizal, insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Sementara di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, terdapat rumah roboh yang mengakibatkan dua orang mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit daerah.

“Untuk saat ini tidak ada korban jiwa,” ujar Rizal.

Sejumlah pasien dan keluarga dievakuasi akibat gempa di halaman RS Samaritan di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Foto: Salman/Antara

Sementara itu, Rizal juga memastikan situasi di SPBU tetap normal, sudah tidak ada lg antrean yang mengular.

“Enggak ada, enggak ada. Jadi situasi SPBU pun relatif normal ini, enggak ada antrean, normal seperti biasa,” ucap dia.

Kepanikan juga sempat terjadi di rumah sakit saat gempa terjadi sekitar pukul 11.27 WITA. Menurut Rizal, pasien sempat keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, namun kini sudah kembali menjalani perawatan.

“Mungkin pada saat gempa jam 11:27 tadi itu semua pada panik, semua keluar, namun saat ini semua sudah kembali ke ruang perawatan masing-masing,” kata Rizal.

Kondisi kantor Bupati Sigi. Foto: Dok. Istimewa

Ia menambahkan, hingga kini belum ada laporan rumah sakit yang mengalami kerusakan akibat gempa. Meski begitu, Basarnas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menyiapkan tenda sebagai langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.

“Namun kami dari Basarnas dan teman-teman Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi tetap membuat tenda untuk pengungsian antisipasi kemungkinan adanya gempa susulan, sehingga tenda ini bisa dimanfaatkan oleh pasien untuk berlindung sementara,” tutur dia.

Rizal juga memastikan sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi. Tenda yang disiapkan hanya bersifat antisipatif.