Pameran Jusur digelar di Istiqlal, Eratkan Persaudaraan Indonesia-Arab Saudi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Replika Masjid Nabawi di Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Replika Masjid Nabawi di Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Ada yang menarik di pelataran dekat pintu Al Fattah Masjid Istiqlal siang ini, ada sebuah tenda putih besar berdiri gagah. Dari pintu besar di tengahnya, keluar masuk orang-orang dengan wajah khas Timur Tengah.

Bangunan besar di pelataran sebelah kiri pintu Al Fattah itu adalah gelaran Pameran Jusur yang berarti 'Jembatan Persaudaraan Indonesia-Saudi'. Sesuai dengan temanya, pameran ini punya tujuan untuk mempererat persaudaraan dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Arab Saudi melalui eksplorasi budaya, sejarah dan nilai-nilai keagamaan bersama.

Pameran ini mengedepankan nilai edukasi, pengalaman budaya serta mempererat hubungan bilateral melalui berbagai kegiatan interaktif dan hadiah untuk pengunjung.

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap dari 270 juta masyarakat Indonesia saat ini, sebanyak 50 persen di antaranya bisa mengunjungi pameran ini.

Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

“Bilateral ini pertanda adanya satu hal yang sangat baik. Kami merasa sangat diperhatikan secara positif oleh pemerintah Saudi Arabia. Pertama, pelaksanaan haji, kita mendapatkan banyak sekali kekhususan. Kemarin kami juga didatangi oleh tamu Dirjen Imigrasi, saya kira tidak semua negara Islam didatangi,” tutur Nasaruddin di sela-sela pameran di Masjid Istiqlal, Jakarta Kamis (24/4).

Sementara, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi mengungkapkan rasa senangnya bisa menyelenggarakan pameran di Indonesia.

“Kami sangat senang untuk memulai pameran (serupa) yang kelima di Republik Indonesia. (Namun) pertama kali di Indonesia, terima kasih,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Pameran ini akan digelar dari 24 April 2025 hingga 3 Mei 2025 dengan waktu operasional Sabtu hingga Kamis pukul 10.00 WIB-19.00 WIB dan Jumat 09.00 WIB-19.00 WIB.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi dan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Informasi dalam pameran ini dijelaskan dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris dan Arab. Pengunjung dapat memilih bahasa sesuai preferensi untuk mengetahui detail acara.

Saat masuk ke pameran yang dibuka gratis ini, pengunjung disambut dengan kopi assu'ud yang terbuat dari Jinten Arab, Biji Kopi Arab, dan Safron.

Begitu masuk, di sebelah kiri nanti pengunjung akan disambut oleh ruang ramah tamah dengan pemandangan gambar-gambar Ka'bah dan keterangannya. Ini merupakan area bagi pengunjung mempelajari ciri-ciri dan landmark Ka’bah.

Kemudian di masing-masing sisi dinding ada kiswah atau kain penutup Ka'bah asli yang dipajang dengan pigura emas.

Kemudian jika masuk lebih dalam pengunjun akan dihadapkan dengan replika mimbar Nabi Muhammad SAW, di sebelah kanan replika ini ada perpustakaan yang menampilkan berbagai mushaf Alquran yang bahkan berusia 600 tahun.

Di belakang area mushaf ini, ada area bertajuk Jalan Cahaya yang menampilkan revitalisasi hingga perluasan Masjidil Haram dari waktu ke waktu.

Di tengah-tengah ruangan ada replika Masjid Nabawi yang dibuat dengan 3 dimensi dan layar di bawahnya sehingga menarik mata dengan objek bergerak seolah-olah ada jemaah yang tengah hilir mudik di area masjid.

Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Ketika berbelok ke sebelah kiri ada gambar Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi dan panorama Makkah pada tahun 1881.

Kemudian ada juga kisah bersejarah mulai dari Masjid Al Ijabah, Masjid al-Ji'ronah, Masjid al-Miqot, hingga Masjid al Ghamamah yang merupakan tempat Nabi Muhammad SAW melakukan beberapa kali salat id.

Kemudian masuk ke gerbang Salwa, di sebelah kanan ada layar yang menampilkan upaya Kerajaan Arab Saudi dalam melayani dunia. Di sini diceritakan bagaimana Arab Saudi memberikan bantuan kemanusiaan baik kepada negara-negara di dunia maupun kepada Palestina.

Di tengah-tengah ruangan ada pohon kurma menjulang besar dan di belakangnya akan ada prospek masa depan teknologi atau Horizon of the Future, di sini disediakan kacamata virtual reality yang menampilkan video virtual tentang Madinah dan Makkah selama 15 menit.

Masuk lebih dalam, ada seni kaligrafi Arab pengunjung bisa meminta petugas untuk membuat kaligrafi sesuai pesanan.

Pameran Jusur "Jembatan Persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kemudian bagian dalam ada area photo booth dengan pengunjung disediakan berbagai baju khas Arab dan difoto oleh petugas. Nantinya pengunjung bisa mendapatkan foto tersebut dicetak secara gratis.

Di sisi kanan, ada area yang memamerkan cara pencetakan Al-Qur’an di Percetakan Kompleks Raja Fahd. Area ini berdekatan dengan area taman anak-anak.

Terakhir di area paling belakang, pengunjung bisa mendapatkan suvenir berupa berbagai jenis kurma, Al-Qur’an dan Juz Amma.

Reporter: Widya Islamiati