PAN Dukung Kebijakan WFH Tiap Jumat: Keputusan Bijak, Harus Dilihat Holistik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi PAN Eddy Soeparno di Kawasan Hotel Oriental Jakarta, Selasa (22/4/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi PAN Eddy Soeparno di Kawasan Hotel Oriental Jakarta, Selasa (22/4/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Waketum PAN Eddy Soeparno merespons kebijakan WFH setiap hari Jumat yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini dalam rangka menekan konsumsi BBM di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Eddy menegaskan, pihaknya mendukung penuh kebijakan WFH. Menurutnya, pemerintah sudah melakukan keputusan yang bijak.

"Intinya ini adalah kebijakan yang tepat dilakukan saat ini di tengah ketidakpastian gejolak geopolitik global. Jadi ini sebuah kebijakan yang sifatnya merespons geopolitik global. Ini keputusan yang bijak yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini," kata Eddy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4).

video from internal kumparan

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, kebijakan WFH ini jangan hanya dilihat dari satu sisi. Sebab, ada banyak kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam rangka menekan konsumsi BBM.

"Saya kira yang harus dilihat itu tidak hanya sekadar WFH saja di hari Jumat tapi kebijakan holistik dari pemerintah untuk melakukan penghematan energi, di antaranya memang pertama WFH, kedua adalah pembatasan pembelian BBM 50 liter per hari untuk kendaraan non-industri atau non0transportasi umum," ucap Eddy.

"Nah ini kan merupakan salah atu di antara pembatasan-pembatasan termasuk pengurangan jam kerja untuk instansi pemerintah," tambah dia.

Eddy yang juga merupakan Anggota Komisi XII ini menjabarkan, DPR juga sudah mulai melakukan berbagai langkah untuk penghematan. Seperti mematikan listrik hingga AC.

"Seperti kami di DPR itu mulai pukul 6 sore itu sudah AC mati dan lift juga mati, jadi kita berkegiatan tanpa AC jadi kita bagian dari penghematan BBM. Nah ini harus dilihat seperti itu secara holistik jadi tidak secara WFH aja 1 hari," kata Eddy.

Sejumlah pengendara melintas saat penerapan WFH di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sejumlah pengendara melintas saat penerapan WFH di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Yakin WFH Jumat Tak Dipakai Long Weekend

Lebih jauh, soal kekhawatiran WFH hari Jumat akan dijadikan long weekend, Eddy meyakini hal itu tidak akan terjadi. Sebab long weekend memerlukan biaya ekstra dan juga melelahkan.

"Kalau memang ada anggapan kalau hari Jumat itu berisiko bahwa kemudian masyarakat akan ambil long weekend setiap Minggu, tidak demikian juga. Untuk long weekend kan perlu biaya perjalanan juga melelahkan, jadi saya tidak melihat risiko itu ada secara nyata karena masyarakat tidak mungkin serta merta tiap hari Jumat melakukan kegiatan long weekend," tutup Eddy.