PAN Heran Pegawai KPK Dites Pilih Al-Quran atau Pancasila: Itu Bukan Pilihan!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkap ada satu pertanyaan pegawai KPK dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), yaitu diminta untuk memilih antara kitab suci atau falsafah negara.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, mengkritisi adanya pertanyaan itu. Sebab, menurutnya tak seharusnya Pancasila atau Al-Quran dipertentangkan.

"Kalau apakah kita memilih Al-Quran dan Pancasila, saya kira itu bukan pilihan. Saya kira kurang tepat karena keduanya saling mengisi," kata Saleh, Rabu (2/6).

Dia menyebut 5 sila dalam Pancasila sejalan dengan ajaran Al-Quran, soal ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, keadilan, dan seterusnya.

"Jangan dipertentangkan antara Al-Quran dan Pancasila, tidak bisa dipertentangkan karena banyak juga sari-sari inti Al-Quran yang mencerminkan sikap-sikap pancasila,"

- Saleh Daulay

"Bagaimana nilai kemanusiaan tergambarkan dalam Al-Quran, semangat persatuan, musyawarah mufakat, keadilan sosial itu ada dalam Al-Quran. Semua tercermin di situ," tambahnya.

Anggota Komisi IX DPR, Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. Foto: Dok. Pribadi

Di sisi lain, jika Pancasila dan Al-Quran dijadikan pilihan, maka akan muncul pertentangan kitab suci agama lain dengan Pancasila dalam tes peralihan menjadi ASN.

"Nanti besok-besok bagaimana Pancasila dan kita suci agama lain. Ini kebetulan saja Al-Quran itu disebut. Kalau kitab suci lain gimana? Seakan-akan ini bertentangan dengan agama," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 51 pegawai KPK didepak dari KPK melalui tes TWK. Padahal, mereka sedang menangani kasus-kasus besar. Pemecatan melalui SK Ketua KPK Komjen Firli Bahuri itu tak sejalan dengan perintah Jokowi.