PAN Jawab Isu Kegaduhan di Rapat Harian dan Zulhas Kabur Bawa Palu

Rapat harian PAN untuk menentukan panitia kongres disebut sempat gaduh lantaran Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, pergi membawa palu sidang. Menanggapi itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menepis adanya isu kegaduhan tersebut.
Ia menyebut Zulkifli pergi meninggalkan kantor DPP setelah rapat pembahasan panitia kongres usai digelar. Yandri mengatakan berada di belakang Zulkifli saat meninggalkan lokasi acara.
"Kalau Bang Zul dibilang kabur kemudian terbirit-birit dan sebagainya itu saya kira itu hoaks, enggak bisa dipercaya. Karena saya langsung di belakang Bang Zul untuk hari itu keluar meninggalkan rapat karena rapat sudah selesai," kata Yandri saat dikonfirmasi, Sabtu (21/12).
"Jadi ini enggak ada sangkut pautnya palu dibawa atau enggak. Jadi enggak ada urusannya itu orang-orang yang tidak punya isu aja itu mengisukan palu. Rapat sudah selesai," imbuhnya.
Yandri menuturkan, dalam rapat itu seluruh peserta yang hadir sepakat untuk menunjuk Eddy Soeparno sebagai Ketua SC Kongres dan Eko Hendropurnomo atau Eko Patrio sebagai Ketua OC. Dalam rapat itu, kata dia, Zulkifli meminta persetujuan seluruh peserta untuk menentukan panitia.
"Bang Zul membentuk tim yang anggota tim itu ada sekjen, bendum ada 7 orang. Dari situ, dari tim itu Bang Zul mengusulkan di rapat harian untuk SC Kongres ditunjuk saudaraku Eddy Soeparno sebagai Ketua SC. Bang Zul nanya ke peserta rapat setuju? Setuju, diketok palunya," sebut Yandri.
"Keduanya untuk OC Bang Zul juga sudah menyampaikan menetapkan saudaraku Eko Hendropurnomo sebagai Ketua OC. Nah Bang Zul ketok juga palunya, setelah itu Bang Zul bilang sudah agenda kita sudah selesai," sambungnya lagi.
Meski begitu, Ketua Komisi VIII DPR itu tak menampik adanya kegaduhan yang sempat terjadi. Namun, tak berlangsung lama dan bisa diselesaikan.
"Dan memang ada di situ waktu udah selesai, sudah ditutup rapat harian itu ada beberapa orang yang mencoba untuk bikin gaduh. Tapi itu enggak sampai terlalu crowded biasa," tutup dia.
