PAN: Jokowi Kantongi Nama Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono Sesuai Kriteria
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Jokowi berencana mengumumkan dan melantik Kepala Otorita Kepala Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam waktu dekat. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Wandy Tuturroong, menyebut penunjukan Kepala Otorita kemungkinan besok atau lusa.
Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus, menyambut baik kabar ini. Apalagi, menurut dia, Jokowi sudah lama mengantongi nama calon Kepala Otorita IKN.
"Saya tahu dari berbagai sumber, Presiden sudah ada nama di saku beliau dan akan dilakukan pelantikan. Memang masyarakat bertanya-tanya mengapa terjadi penundaan pengumuman dan pelantikan Pak Jokowi," kata Guspardi saat dihubungi, Selasa (8/2).
"Supaya jangan menimbulkan dinamika, spekulasi, menenangkan suasana, eloknya Pak Presiden segera umumkan ke publik siapa yang akan ditunjuk sebagai Kepala Otorita itu," imbuh anggota Pansus RUU IKN itu.
Soal kriteria, Guspardi berharap Kepala Otorita profesional dan tidak terafiliasi parpol. Adapun memiliki kualitas moral, kapasitas, kapabilitas, dan independen.
Sebab, apabila dibandingkan dengan jabatan menteri, Guspardi menilai tugas Kepala Otorita akan lebih berat. Mulai dari segi anggaran dan belum lagi tekanan dari masyarakat yang akan terus memantau perkembangan IKN.
"Karena ini dilematis, beliau diberikan tanggung jawab yang anggarannya dahsyat. Tahap pertama aja Rp 466 triliun, jangka panjang lebih Rp 1.000 triliun. Sorotan masyarakat soal IKN, kan, juga debatable," jelas dia.
Guspardi menyoroti bahwa salah satu sosok yang santer disebut sebagai calon kuat Kepala Otorita IKN yakni eks Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono. Namun ia menegaskan, siapa pun yang nantinya resmi ditunjuk adalah sepenuhnya wewenang Jokowi.
"Ini hak prerogatif Presiden. Tapi tentu siapa saja berhak menyampaikan kriteria. Kalau memang Pak Bambang adalah sosok dengan kriteria yang saya sampaikan, kita apresiasi. Dan Pak Bambang harus menyiapkan diri untuk mengemban tugas dan tanggung jawab beliau untuk jadi Kepala Otorita yang tugasnya amat berat," papar dia.
"Jadi ini seleksi bagi siapa pun termasuk Pak Bambang. Dia harus siap, apalagi kondisi Pemilu 2024 tentu [juga] tekanan pada beliau, termasuk anggaran. Beliau harus profesional, independen, punya kapasitas dan berintegritas," tandasnya.
