PAN Pertimbangkan Panglima TNI Jadi Capres 2019

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: M Agung Rajasa/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: M Agung Rajasa/Antara)

Pemilu Presiden 2019 memang masih lama, tapi dalam politik, kontestasi itu harus dipersiapkan. Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini lebih dekat dengan koalisi Gerindra-PKS, mulai menimbang-nimbang sejumlah calon, salah satunya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Munculnya nama Gatot itu mengemuka jika PAN tidak bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo maupun koalisi Prabowo Subianto, sehingga ada kemungkinan poros baru di Pilpres 2019.

"Tawaran alternatif, misalkan di luar Pak Jokowi dan Pak Prabowo, alternatifnya itu sudah kami gadang-gadang Pak Gatot Nurmantyo. Tapi ini kan belum diputuskan di internal partai. Tapi kira-kira seperti itu," kata Ketua DPP PAN, Yandri Susanto kepada kumparan (kumparan.com), Senin (24/7).

Dia pun menuturkan ada beberapa alasan mengapa menggadang Gatot sebagai Capres di Pilpres 2019. "Salah satu sumber kepemimpinan selama ini kan dari militer. Dari tingkat disiplinnya, cinta tanah airnya, kapasitas dan kapabilitasnya, semuanya saya kira sudah lengkap," ujarnya.

"Tidak perlu diragukan lagi. Apalagi seseorang untuk mencapai Panglima itu kan sungguh luar biasa tahapannya. Itu menurut saya ukuran yang sangat objektif untuk orang itu layak atau enggak jadi pimpinan nasional," imbuhnya.

Meski demikian, PAN belum melakukan komunikasi yang intens dengan Gatot terkait hal ini. Gatot pernah beberapa kali menyebut belum pernah terpikir untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden, pun tidak mau terganggu dengan politik praktis karena masih menjabat sebagai Panglima TNI.

"Tapi dari parpol tentu ingin meneropong dan ingin menginventarisir kira-kira tokoh bangsa yang layak bertarung di 2019 itu siapa. Salah satunya tadi Pak Gatot Nurmantyo," tutur dia.