kumparan
4 Jun 2018 15:55 WIB

PAN Pertimbangkan Usul Koalisi Keumatan di Rakernas Usai Pilkada

Viva Yoga Muladi, Anggota DPR Fraksi PAN (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
Pertemuan Amien Rais, Prabowo Subianto, Rizieq Syihab dan perwakilan Persaudaran Alumni (PA) 212, melahirkan koalisi keumatan sesuai keinginan Rizieq yaitu koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PBB.
ADVERTISEMENT
Merespons hal itu, Waketum PAN Viva Yoga Muladi menegaskan PAN belum menentukan sikap soal koalisi di Pemilu 2019. Berbagai usulan koalisi termasuk koalisi keumatan akan diputuskan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) usai Pilkada.
"Berdasarkan Rakernas tahun 2017 telah memberikan mandat kepada Zulkifli Hasan ketua umum PAN untuk maju di pilpres. Nanti soal keputusan (koalisi keuamatan) bagaimana, akan dievaluasi di Rakernas tahun 2018 setelah pilkada 27 Juni," kata Viva di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6).
"Kita akan melakukan rapat kerja nasional, kita akan tentukan siapa pasangan calon capres dan cawapres dari Partai Amanat Nasional," lanjutnya.
Ilustrasi Partai PAN (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Kendati demikian, Viva menyebut wacana pembentukan koalisi keumatan tersebut merupakan aspirasi yang sangat kuat. Apalagi, wacana tersebut disuarakan oleh Imam Besar FPI Rizieq Shihab saat bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat ibadah umrah.
ADVERTISEMENT
"Ya itu merupakan aspirasi yang kuat, yang akan menjadi pertimbangan dalam rakernas," jelasnya.
Viva menganggap wajar, muncul beragam koalisi alternatif selain koalisi Joko Widodo. "Ya memang banyak koalisi, ini yang terakhir ada koalisi umat, kemarin ada koalisi nasionalis religius, sekarang koalisi keumatan. Ya saya rasa, seluruh umat baik umat Islam, Nasrani, Hindu, Budha seluruhnya berkoalisi menjadi satu," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan