PAN Sentil Bupati Karanganyar Sebut Omicron Tak Ada: Harusnya Beri Contoh!

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat menjajal Jeep Rubicon. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat menjajal Jeep Rubicon. Foto: kumparan

Anggota Komisi IX Fraksi PAN, Saleh Daulay, menyayangkan pernyataan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang meminta warga menganggap COVID-19 varian Omicron tidak ada. Menurutnya, Juliyatmono seharusnya memberikan contoh yang baik kepada warga di tengah merebaknya varian Omicron.

"Itu pernyataan yang kurang bijak, ya, di tengah bergejolaknya Omicron di Indonesia. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan seterusnya. Jadi pernyataan yang saya kira buat masyarakat tidak nyaman," kata Saleh saat dihubungi, Rabu (16/2).

Saleh khawatir pernyataan Juliyatmono akan menyebabkan protokol kesehatan masyarakat menjadi lengah. Meski varian Omicron disebut tak separah Delta, Saleh menekankan disiplin prokes masih jadi kunci utama pemberantasan pandemi COVID-19.

"Bisa jadi sebagian merasa tenang, tidak ada masalah dan lupakan kewajiban prokes, sementara prokes modal hari ini untuk memutus penularan. Jadi kita harus tetap pakai masker, jaga jarak, kurangi aktivitas, hindari kerumunan. Jadi kalau pun ada pernyataan Bupati Karanganyar, ya, tidak bijak sebagai kepala daerah," terangnya.

kumparan post embed

Saleh mengimbau agar pernyataan serupa tak lagi dilontarkan oleh kepala daerah. Ia meminta kepala daerah lebih aktif berkontribusi dalam memberantas varian Omicron.

"Saya imbau kepada seluruh kepala daerah untuk hati-hati keluarkan pernyataan-pernyataan. Karena kepala daerah diikuti masyarakat, kepala daerah harus beri contoh yang baik agar kita sama-sama gotong royong memutus mata rantai virus," tegasnya.

"Bahkan kepala daerah harus lebih aktif gerakkan ormas-ormas dan tokoh masyarakat di daerah masing-masing, sehingga kita bisa lewati gelombang Omicron dengan cepat dan tidak timbulkan banyak korban jiwa," tandas dia.

Media sosial Facebook dihebohkan dengan video berisi pidato Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang meminta warga menganggap COVID-19 varian Omicron tidak ada. Video tersebut dibagikan akun Facebook Faiz Alfatih di Grup 'Budidaya Kambing Sukoharjo Makmur', Selasa (15/2).

Saleh Partaonan Daulay, Anggota Komisi IX DPR RI. Foto: ANTARA/Dewanto Samodro

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, Juliyatmono terekam tengah memberikan sambutan berbahasa Jawa di acara pernikahan. Di awal video, pria yang akrab disapa Yuli menyinggung Omicron saat berharap agar semua tamu sehat

"Mugi-mugi sehat sedaya, yang penting dijaga awake dhewe-dhewe ngono wae ya. Ora usah gagas Omicron opo gagas COVID, anggepen wis ora enek. (Semoga sehat semua, yang penting badannya dijaga sendiri-sendiri. Tidak usah mempedulikan Omicron atau COVID, anggap saja sudah tidak ada)," kata Yuli.

"Omicron iki kayak pilek-pilek biasa. Ora usah ngapa-ngapa, nek enek sing pilek ning omah, ora usah priksa ning ngendhi-ngendhi sik. Telung dina madhang wareg, dhuwe duit, sehat karepe dhewe. (Omicron itu seperti pilek biasa. Tidak usah ngapa-ngapain, kalau ada yang flu di rumah, tidak usah periksa ke mana-mana dulu. 3 hari makan kenyang, punya uang, sehat dengan sendirinya)," lanjut dia.

Viralnya video tersebut kemudian ditanggapi langsung oleh Juliyatmono. Ia menjelaskan, pernyataan itu adalah upaya menyemangati masyarakat lewat gaya bahasanya sendiri.