Pandemi COVID-19 di RI Berakhir: Total 6,8 Juta Kasus Positif, 161 Ribu Kematian
ยทwaktu baca 3 menit

Pandemi COVID-19 menyisakan luka bagi banyak orang di Indonesia. Ada banyak keluarga yang ditinggalkan orang terkasih akibat virus tersebut. Kini, pemerintah telah mencabut status pandemi yang sudah lama melanda Tanah Air.
"Setelah tiga tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19, sejak hari ini Rabu, 21 Juni 2023, pemerintah memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita mulai memasuki masa endemi," ucap Jokowi melalui Youtube Setpres, Rabu (21/6).
Berdasarkan data covid19.go.id, total kasus positif corona di Indonesia per 21 Juni 2023 mencapai 6.811.330 kasus. Sebanyak 161.848 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara 6.640.002 orang lagi menjadi penyintas dari wabah tersebut.
Bermula 2 Maret 2020
Kasus COVID-19 pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Kala itu, Presiden Jokowi yang didampingi Menkes Terawan menyebut ada dua kasus yang terdeteksi di Depok. Keduanya adalah seorang ibu dan putrinya. Sang ibu berusia 64 tahun sementara sang putri berusia 31 tahun.
Pemerintah saat itu berkeyakinan kasus ini muncul setelah kasus nomor satu tertular dari perempuan asal Jepang. Perempuan tersebut sebelumnya datang dari Malaysia saat mereka berada di acara sosial di Jakarta.
Kasus Makin Menggila
Di awal-awal pandemi, kasus corona di Indonesia perlu waktu 331 hari (2 Maret 2020 - 26 Januari 2021) untuk mencapai 1 juta kasus. Bila dirata-ratakan, pertumbuhan kasus saat itu mencapai 147 pasien per jam.
Selanjutnya, penularan virus makin hari makin cepat. Data menunjukkan bahwa butuh 146 hari (27 Januari - 21 Juni 2021) agar kasus akumulatif mencapai 2 juta. Bila dirata-ratakan, pertumbuhan kasus saat itu mencapai 285 pasien per jam.
Sejumlah varian baru corona lalu terus bermunculan. Salah satunya adalah varian Delta yang dinilai berbahaya dan cepat menular. Total kasus positif pun tembus 3 juta hanya dalam kurun waktu 31 hari (22 Juni 2021 - 22 Juli 2021). Bila dirata-ratakan, pertumbuhan kasus saat itu mencapai 1.344 pasien per jam.
Kasus penularan corona lalu semakin menggila. Butuh waktu 33 hari lagi (23 Juli 2021 - 24 Agustus 2021) agar kasus akumulatif mencapai 4 juta. Bila dirata-ratakan, pertumbuhan kasus saat itu mencapai 1.262 pasien per jam.
Kala itu, kenaikan kasus positif corona akibat gelombang varian Delta membuat Indonesia kewalahan. Tempat tidur rumah sakit (BOR) penuh, tabung oksigen langka, angka kematian bahkan mencapai 2 ribu pasien dalam 1 x 24 jam.
Di pertengahan 2021, butuh waktu 178 hari (25 Agustus 2021 - 17 Februari 2022) agar kasus akumulatif mencapai 5 juta. Bila dirata-ratakan, pertumbuhan kasus kali ini mencapai 234 pasien per jam. Puncak kasus corona tertinggi di Indonesia ada pada 16 Februari 2022 dengan penambahan kasus positif 64.178 dalam sehari.
Melandai
Kasus positif corona lalu terus melandai hingga Mei 2022. Vaksinasi yang sudah dimulai menjadi faktor kunci dari berkurangnya kasus positif dan kasus kematian.
Meski begitu, kasus positif sempat naik turun di sepanjang pertengahan hingga akhir 2022. Baru kemudian pada 2023, kasus relatif landai dan terkendali.
Per 20 Juni 2023, kasus positif harian ada di angka 70-an kasus per hari. Sementara kasus kematian ada di angka 1 atau 2 kasus dalam sehari.
