Pandemi COVID-19 Singapura: Vaksinasi Tinggi, tapi Kasus Harian Terus Meroket

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja kantor terlihat di kawasan pusat bisnis Singapura yang sebagian besar kosong akibat melonjaknya kasus COVID-19. Foto: Edgar Su/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja kantor terlihat di kawasan pusat bisnis Singapura yang sebagian besar kosong akibat melonjaknya kasus COVID-19. Foto: Edgar Su/Reuters

Meskipun tingkat vaksinasi COVID-19 di Singapura merupakan salah satu yang tertinggi, angka kasus harian selama sepekan terakhir terus meroket.

Data Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menunjukkan, kasus COVID-19 pada Minggu (26/9) bertambah 1.939. Ini adalah penambahan tertinggi sepanjang pandemi di Singapura.

Data vaksinasi MOH per Sabtu (25/9) menunjukkan, sebanyak 82% dari total 5,7 juta penduduk sudah divaksinasi dua dosis. Berarti, sekitar 4,6 juta warganya sudah menerima vaksinasi dosis penuh.

Sementara, 85% dari populasi sudah menerima setidaknya satu dosis, atau sekitar 4,8 juta penduduk.

Dalam program vaksinasi nasional Singapura, digunakan dua merek vaksin: Pfizer/BioNTech dan Moderna. Keduanya adalah vaksin berplatform mRNA.

Sebanyak 4,5 juta warga divaksinasi dengan merek vaksin tersebut. Total dosis Pfizer dan Moderna vaksin yang telah disuntikkan di Singapura mencapai 9 juta dosis.

Sebagai tambahan, sebanyak 191 ribu dosis vaksin corona selain Pfizer dan Moderna telah disuntikkan kepada 88 ribu warga. Vaksin tersebut meliputi vaksin Sinovac dan Sinopharm berjenis inactivated virus.

embed from external kumparan

Lonjakan Kasus Disebut Tak Terlalu Buruk

Menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di National University of Singapore, Teo Yik-Ying, lonjakan kasus saat ini bukanlah hal yang terlalu buruk.

Kepada CNBC, ia mengatakan banyak pasien COVID-19 di Singapura yang tidak mengalami gejala berat dan justru memperoleh perlindungan lebih kuat untuk melawan potensi infeksi ke depannya.

"Bagi orang-orang ini, infeksi tidak akan memiliki konsekuensi jangka pendek atau panjang terhadap kesehatan mereka, namun kemungkinan akan memicu respons imun alamiah yang menurunkan kans terjadinya infeksi ke depannya," jelas Teo.

Data MOH pun menunjukkan tingginya persentase pasien terinfeksi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan.

Total kasus dalam 28 hari terakhir mencapai 20.439 kasus. Dari jumlah tersebut, persentase kasus lokal tanpa gejala atau bergejala ringan adalah 98% atau sebanyak 20.023 kasus.

Sedangkan yang membutuhkan bantuan oksigen sebesar 1,7% atau 356 kasus; 0,2% pernah dirawat di ICU, atau 39 kasus; dan 0,1% meninggal dunia, atau 21 kasus.

Dari total 20.439 kasus, 51,6% sudah divaksinasi dosis penuh dan 48,4% tidak divaksinasi atau belum divaksinasi dosis penuh.

Seorang pekerja medis menyiapkan jarum suntik di pusat vaksinasi COVID-19 di Singapura. Foto: Edgar Su/REUTERS

Meskipun lonjakan kasus sudah diprediksi oleh pemerintah Singapura, mereka tetap memberlakukan kebijakan pembatasan baru mulai Senin (27/9).

Kerumunan orang kini hanya dibatasi dua orang. Makan di restoran pun dibatasi dua orang satu meja. Pemerintah turut menginstruksikan work from home (WFH) kembali diberlakukan.

Selain itu, otoritas kesehatan juga akan menambah tempat tidur perawatan. Tujuan utama dari ini adalah melindungi sistem pelayanan kesehatan Singapura, supaya tidak kewalahan dan berujung kolaps.

"Jika kita ingin hidup berdampingan dengan COVID-19 dan mendapatkan kembali kehidupan normal kita, kami perlu mengatasi gelombang penularan ini sebaik dan seaman mungkin," tegas Menkes Singapura, Ong Ye Kung.

Varian Delta Penyebab Lonjakan Kasus

Terus meroketnya kasus di Singapura disebabkan menyebarnya varian delta. Sebelum Singapura, varian ini adalah biang kerok ledakan kasus di Indonesia, Malaysia, Thailand dan beberapa negara Asia Tenggara lain.

Varian delta lahir di India jelang pertengahan 2021 lalu. Varian ini mampu menular lebih cepat bahkan terhadap orang-orang yang sudah menerima vaksin sekalipun.

"Itu menular di tengah-tengah masyarakat dan menyebabkan kasus harian naik lebih cepat dari yang kami prediksi, dan sebelum rencana dan sistem pendukung kami bekerja secara penuh," kata Menkes Ong.

Kini total kasus COVID-19 di Singapura mencapai 87.892. Sebanyak enam ribu kasus anyar di Negeri Singa muncul kurang dari sepekan terakhir.