Pandu Riono soal PSBB DKI: Menteri-menteri Ekonomi Marah Besar Sama Anies

PSBB di DKI Jakarta sudah kembali diperketat per 14 September 2020. Namun, ternyata masih ada cerita menarik seputar keputusan tersebut.
Ahli wabah UI Pandu Riono mengungkapkan, sebenarnya untuk mengatasi pandemi corona, negara harus turun tangan. Namun menurutnya hal itu tidak terjadi.
Kata dia, yang menangani pandemi selama ini adalah panitia ad hoc. Oleh karenanya, penanganan pandemi dinilai belum efektif.
"Tidak direspons oleh negara. Itu bukan negara, itu panitia ad hoc. Negara itu presiden dan pembantu pembantunya. Bisa ditanya ahli politik," kata Pandu dalam diskusi daring Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) yang dilihat kumparan di Youtube TVMu, Jumat (18/9).
Pandu kemudian menyinggung soal keputusan PSBB DKI. Ia mengatakan, ada beberapa menteri ekonomi marah besar terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan karena keputusan tersebut.
"Supaya berhasil, negara yang harus merespons. Jangan panitia, yang ribut panitia kemarin. Menteri menteri ekonomi marah besar sama gubernur," tutur Pandu.
Padahal, lanjut dia, pemerintah melalui Presiden Jokowi sudah mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah penanganan kesehatan. Ekonomi bisa pulih kalau kesehatannya baik.
"Padahal sebelumnya mengatakan prioritas kesehatan terpenting. Tapi antara imbauan dan kenyataan tidak terjadi. Antara harapan dan kenyataan tidak terjadi. Kenapa? Karena politik lagi," tutur dia.
Pandemi ini menjadi berantakan karena politik. Politik yang tidak tegas, politik yang tidak berpihak ke publik. Dan di Economist, menyatakan Indonesia dan Filipina tough but incompetent.
Ahli Wabah Pandu Riono
Seperti diketahui, sehari setelah Anies Baswedan mengumumkan PSBB diperketat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto langsung bereaksi. Ia menyebut IHSG melemah karena hal tersebut.
Sementara itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga menyebut bahwa PSBB akan membuat industri manufaktur semakin lesu.
