Pangeran Badar Cuci Ka'bah, Pakai Air Zamzam dan Air Mawar
·waktu baca 2 menit

Wakil Emir Makkah Pangeran Badar bin Sultan Al Saud (42) telah selesai mengikuti prosesi pencucian bagian dalam Ka’bah. Pangeran Badar yang hadir untuk mewakili Raja Salman, meninggalkan Masjidil Haram sekitar pukul 07.50 waktu setempat atau 11.50 WIB, Rabu (2/8).
Dalam kegiatan ini, Pangeran Badar didampingi oleh Presiden Badan Urusan Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syeikh As-Sudais, bersama para pejabat dan ulama besar lainnya.
Setelah mencuci dengan cara mengelapkan kain khusus yang dibasahi dengan cairan khusus ke bagian-bagian dalam Ka’bah, Pangeran Badar melaksanakan salat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
Mengutip Alekhbariya, pencucian Ka’bah yang diikuti Pangeran Badar tersebut menggunakan:
40 liter air Zamzam yang dibagi dalam dua galon perak
Campuran air Zamzam dengan 540 ml air mawar Taif (kota di Arab Saudi)
24 ml minyak mawar berkualitas tinggi
24 ml minyak oud pilihan
3 ml minyak kasturi untuk mengharumkan dinding dan lantai Ka’bah
5 liter campuran pewangi Ka'bah
Setengah kg kayu gaharu premium untuk membakar bukhur untuk pengharum
Potongan kain katun mewah untuk mengelap
Sebelum Pangeran Badar mencuci, para tamu yang diundang — termasuk perwakilan dari berbagai negara asing — telah melakukan pencucian terlebih dulu. Pencucian itu dengan cara membasahi kain khusus dan mengelapkan ke semua sisi di dalam Ka’bah.
Momen terkait Ka’bah selalu menarik perhatian jemaah dari penjuru dunia yang sedang beribadah di Masjidil Haram. Mulai dari penggantian kiswah yang dilakukan pada 1 Muharam, penggulungan sebagian kiswah untuk menandai dimulainya musim haji, dan pencucian Ka’bah. Semua prosesi ini rutin dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai penjaga situs suci utama umat Islam tersebut.
