Pangeran MBZ Terima PM Netanyahu di Abu Dhabi, Pererat Kerja Sama

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan (MBZ) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: MAXIM SHIPENKOV/POOL/AFP, Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kolase Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan (MBZ) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: MAXIM SHIPENKOV/POOL/AFP, Kevin Lamarque/REUTERS

Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau Pangeran MBZ menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Abu Dhabi pada Minggu (27/9).

Menurut pihak Netanyahu, kunjungan tersebut dilakukan atas undangan MBZ.

"Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas hubungan bilateral serta upaya-upaya untuk mempererat kerja sama," lapor kantor berita resmi UEA, WAM, Senin (28/9).

Kantor Perdana Menteri Israel juga merilis pernyataan serupa.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya mengunjungi Uni Emirat Arab kemarin [Minggu] atas undangan Presiden UEA, Syekh Mohamed bin Zayed,โ€ kata Kantor PM Israel di akun X.

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

"Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara serta pembahasan terkait berbagai tantangan regional," lanjutnya.

Dalam kunjungan ini, Netanyahu didampingi oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional, Kepala Mossad, Sekretaris Militer, dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri.

Ini merupakan kali pertama UEA mengkonfirmasi pertemuan antara MBZ dan Netanyahu. Beberapa bulan sebelumnya, Abu Dhabi sempat membantah kabar bahwa kedua pemimpin bertemu pada Maret 2026, tak lama setelah AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari yang memicu perang hingga kini.

kumparan post embed

Fokus pada Iran

Mengutip Arab News edisi Selasa (29/9), berdasar tiga pejabat senior Israel, pertemuan di Abu Dhabi pada hari Minggu itu berlangsung selama enam jam dan berfokus pada isu Iran.

Sejak diserang selama perang Iran, UEA makin memperkuat hubungannya dengan Amerika Serikat dan Israel. UEA menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai hasil dari Abraham Accords yang disposori Donald Trump pada 2020.

Hubungan dengan Israel disebut-sebut memberi UEA daya tawar untuk pengaruh regional serta saluran komunikasi ke Washington.