Panglima TNI: Anggota Kodam Jaya yang Lawan Arah di Tol MBZ Masih Diperiksa

13 September 2023 15:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dalam konferensi pers terkait kasus suap proyek alat deteksi reruntuhan di Jakarta, Selasa (12/9/2023). Foto: Dok. Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dalam konferensi pers terkait kasus suap proyek alat deteksi reruntuhan di Jakarta, Selasa (12/9/2023). Foto: Dok. Puspen TNI
ADVERTISEMENT
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyebut anggota Kodam Jaya berinisial GDW (29) masih diperiksa. Pemeriksaan buntut dari aksi GDW menyetir lawan arah di Tol MBZ beberapa waktu lalu yang mengakibatkan kecelakaan beruntun.
ADVERTISEMENT
Yudo mengatakan pihaknya juga tengah memeriksa terkait apakah GDW memakai obat-obatan atau tidak saat peristiwa terjadi.
"Sudah diperiksa di Pomdam, begitu terjadi seperti itu, diperiksa Pomdam dan juga diperiksa karena mungkin memakai obat-obatan kemarin sudah diperiksa RSPAD," kata Yudo di Gedung DPR, Senayan, Rabu (13/9).
Saat ini, Yudo menuturkan belum mengetahui alasan GDW menyetir berlawanan arah.
"Itu yang saya enggak tahu alasannya apa, makanya kita periksa ini, mengapa kok sampai seperti itu, ini kan aneh toh, itu. Maka dari keanehan itu kenapa? Oh ternyata mungkin makan obat terlarang atau apa, makanya pemeriksaan tadi itu, diperiksa dulu," ucapnya.
Terkait sanksi yang mungkin diberikan, ia menuturkan menunggu hasil pemeriksaan selesai.
"Diperiksa dulu, diproses hukum, pasti diproses hukum, sanksinya nanti sesuai dari hasil penyidikan POM TNI, Pomdam dan supervisi dari Puspom TNI, jadi semua permasalahan prajurit menjadi supervisi, apabila disidik oleh Pom angkatan, pasti disupervisi oleh Puspom TNI," kata dia.
Ilustrasi kecelakaan di Tol MBZ. Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro
Yudo mengatakan tak menutup kemungkinan GDW akan menerima sanksi berat bila terbukti memakai obat-obatan terlarang.
ADVERTISEMENT
"Lho, lah iya. Kenapa kok bisa enggak normal seperti itu berarti kan ada sesuatu. Makanya kita periksa mereka mengandung zat adiktif atau tidak di dalam tubuhnya. Ini lagi diperiksa di RSPAD. Tentunya kan enggak boleh TNI menggunakan obat-obat itu," tandas Yudo.
Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (9/9). Akibat insiden ini ada 3 orang yang mengalami luka. 2 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Tinggal 1 korban lagi yang masih menjalani perawatan karena mengalami patah tulang bahu.
Kapendam Jaya, Kolonel Inf Herbert Andi Amino Sinaga, menyebut Lettu GDW itu sedang dalam pengawasan kesatuannya. Dia memiliki riwayat kondisi kesehatan dan psikologis yang kurang baik.
"Perlu diketahui juga bahwa penyebab kejadian ini Lettu G ini memiliki riwayat penyakit kondisi psikologisnya juga kurang sehat dan sedang dalam pengawasan satuan," kata Andi saat jumpa pers di RS Ridwan Meuraksa TMII-Kesdam Jaya, Senin (11/9).
ADVERTISEMENT
Saat ini, Lettu GDW masih menjalani perawatan dan observasi di RSPAD Gatot Soebroto.