Panglima TNI Kirim Satgas Evakuasi WNI di Sudan
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 39 personel dari TNI dan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Satgas akan dikirim untuk mengevakuasi 291 WNI yang terjebak di Sudan, Selasa (25/4) besok.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam sambutannya saat memimpin apel pasukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/4), menekankan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
"Jadikan keamanan dan keselamatan terbang dan kerja sebagai prioritas utama. Saya minta kalian selalu fokus pada misi dan patuhi semua prosedur dan ketentuan yang berlaku," pesan Yudo.
Selain itu, dia juga meminta pasukannya untuk berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri Sudan demi mendapat informasi terkini soal situasi di sana.
"Laksanakan koordinasi dan komunikasi dengan Kemenlu, Atase Pertahanan, dan jajaran KBRI serta pihak terkait di Sudan. Yakinkan kalian mendapatkan informasi terkini," lanjutnya.
Terakhir, Yudo juga menekankan untuk menjaga profesionalitas sebagai prajurit TNI dan perwakilan Indonesia. Yudo juga menyampaikan apresiasinya kepada prajurit yang bertugas meski saat ini masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri.
"Ingat kalian adalah duta bangsa. Untuk itu tunjukkan kalian prajurit TNI yang profesional dan terlatih. Kalian harus bersikap tegas namun humanis dalam menjalankan tugas," tuturnya.
"Selaku pimpinan TNI saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi pada seluruh prajurit atas kesiapsiagaan kalian sehingga menjawab panggilan tugas meski suasana libur Idul Fitri. Saya bangga dan menaruh rasa hormat kepada kalian," tutupnya.
Data Kemlu menunjukkan, jumlah WNI di Sudan mencapai 1.209 orang, mayoritas pelajar dan mahasiswa. Mereka akan dievakuasi dari Kota Port (Pelabuhan) ke Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, dengan kapal laut. Selanjutnya, diterbangkan ke Indonesia.
Jarak Port Sudan ke Jeddah tidak terlalu jauh, keduanya dipisahkan Laut Merah. Arab SAudi sejak 22 April telah membawa ratusan warga dari belasan negara dari Port Sudan ke Pelabuhan Jeddah.
