Panglima TNI: Kita Tak Pernah Akui Nine Dash Line China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2023).  Foto: Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2023). Foto: Puspen TNI

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) masih menjadi isu maritim yang diperhatikan oleh Indonesia. Terlebih dengan adanya klaim Nine Dash Line oleh China di sekitar kawasan itu tepatnya di Laut Natuna Utara.

Dengan status Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin yakin akan muncul kesepakatan-kesepakatan. Apalagi, Indonesia ingin ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

"Maka dari itu semua hal harus kita buat kesepakatan termasuk bagaimana melakukan antisipasi," kata Ma'ruf di Akademi Militer Laut, Surabaya, Senin (6/2).

Kapal Coast Guard China membanyangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sementara Panglima TNI Yudo Margono mengatakan, wilayah ZEE merupakan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dibagi menjadi tiga wilayah. Salah satunya adalah jalur ALKI I yang menjadi jalur padat pelayaran internasional.

Jalur ALKI I meliputi Laut Natuna Utara (Laut Cina Selatan), Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, dan Samudra Hindia.

"Di situ adalah daerah yang sangat padat pelayaran internasional sehingga di situ boleh melaksanakan freedom navigation. Jadi tidak semua kapal yang bermanuver di sana dianggap sebagai pelanggar wilayah atau melanggar kedaulatan," kata Yudo.

"Melanggar kedaulatan itu ketika mereka masuk di teritorial 12 mil. Ini yang sering perlu pemahaman," tambah dia.

Yudo juga menegaskan Indonesia tidak pernah mengakui klaim Nine Dash Line. Ia menekankan ZEE yang diakui sesuai Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS).

"Bahwa yang kita akui adalah ZEE yang sesuai UNCLOS 82 yang mana China juga ikut meratifikasi UNCLOS 82. Kita berpatokan kepada itu," ujarnya.

"Kita justru jangan membawa-bawa klaim China ke kita. Kita enggak pernah mengakui. Dan alhamdulillah sekarang ini perbatasan laut Indonesia dan Vietnam sudah mencapai kesepakatan dan itu juga pastinya akan memberikan kondusifitas pada kawasan," pungkas Yudo.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menjelaskan tentang kondisi Laut Natuna di Lanud Raden Sadjad. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia melakukan perundingan batas maritim dengan empat negara sepanjang 2022. Negosiasi tersebut mengalami kemajuan signifikan.

Salah satu kemajuan yang dicapai salah satunya ditandatanganinya sebuah kesepakatan antara Indonesia dengan Vietnam terkait batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).