Panglima TNI: Perang Rusia-Ukraina Jadi Alarm Pentingnya Pertahanan Negara

20 September 2023 11:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membuka Seminar Nasional HUT TNI ke-78 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membuka Seminar Nasional HUT TNI ke-78 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono membuka Seminar Nasional dalam rangkaian HUT ke-78 TNI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). Seminar ini membahas masalah penguatan strategi pertahanan nasional.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Yudo mengatakan, perkembangan lingkungan strategis kini memunculkan adanya potensi invasi militer yang dilakukan antarnegara. Hal ini bisa dilihat dari perang antara Rusia dan Ukraina.
"Perkembangan lingkungan strategis saat ini telah menunjukkan bahwa potensi untuk terjadinya invasi militer suatu negara atas negara lain masih bersifat faktual. Perang Rusia Ukraina merupakan bukti empiris," kata Yudo.
Hal ini juga, menurut Yudo, mesti dijadikan sebagai sinyal bagi TNI untuk memperkuat pertahanan negara. Apalagi, Indonesia terbilang merupakan negara strategis yang dilintasi perdagangan dunia.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membuka Seminar Nasional HUT TNI ke-78 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). Foto: Jonathan Devin/kumparan
"Harus menjadi tanda peringatan atau alarm bagi kita untuk membangkitkan kembali kesadaran pentingnya pertahanan sebuah negara dari ancaman invasi, ancaman perang tetap ada," ungkapnya.
"Oleh sebab itu TNI perlu merumuskan strategi untuk menghadapi ancaman potensial, dampak faktual dan menjadi landasan untuk perencanaan pembangunan kekuatan dalam rangka mengantisipasi ancaman di masa depan," sambung Yudo.
ADVERTISEMENT
Terlebih, Yudo menuturkan, TNI sebentar lagi akan memasuki usia 78 tahun pada 5 Oktober mendatang. Untuk itu, pengembangan dari segi intelektual prajurit perlu terus dilakukan.
Seorang prajurit Indonesia dari batalyon infanteri Raider 112 mengikuti latihan perang anti gerilya di hutan Darul Kamal, provinsi Aceh pada 19 September 2023. Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
"Itulah yang melatarbelakangi TNI menyelenggarakan seminar ini, yaitu untuk menggali wawasan tentang pertahanan negara yang diselenggarakan dengan memanfaatkan konstelasi geografis dan memberdayakan seluruh kekuatan pertahanan negara," tutur dia.
"Saya berharap hasil dari seminar ini dapat menjadi masukan yang sangat bernilai bagi kita dalam menyusun dan mengembangkan sebuah strategi militer yang kita sebut dengan strategi pertahanan Nusantara," lanjutnya.