Panglima TNI Resmikan Kapal Selam Karya Anak Bangsa: KRI Alugoro-405

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1).  Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
zoom-in-whitePerbesar
Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1). Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menghadiri peresmian KRI Alugoro-405 yang merupakan kapal selam pertama buatan dalam negeri.

Kapal tersebut diproduksi PT PAL Indonesi, bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan (Korsel).

Selain meresmikan alutsista baru milik TNI itu, Hadi juga mengukuhkan Letkol Laut (P) Ahmad Noer Taufik sebagai Komandan KRI Alugoro-405 yang pertama.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021). Foto: Dok. Puspen TNI

Dalam sambutannya, Hadi menilai KRI Alugoro-405 sebagai tambahan kekuatan yang sangat mumpuni. Ia menyebut kehadiran KRI Alugoro-405 sebagai tambahan kekuatan untuk menjaga pertahanan wilayah perairan NKRI.

"KRI Alugoro-405 yang baru saja diresmikan sebagai komponen kekuatan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), KRI Alugoro-405 juga menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari kemampuan pengendalian laut dan kemampuan anti akses TNI Angkatan Laut khususnya di wilayah perbatasan dan perairan rawan selektif, seperti Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan," ujar Hadi di Fasilitas Pelabuhan (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Ranai, Kepulauan Riau, dalam keterangan tertulisnya Selasa (6/4).

"Oleh karena itu, mulai saat KRI Alugoro-405 masuk ke jajaran Satuan Kapal Selam Koarmada II, maka telah tiba waktunya untuk melaksanakan tugas di laut. Dan pengukuhan Komandan KRI Alugoro-405 yang baru saja kita saksikan bersama, menandai dimulainya tugas pengabdian para prajurit Hiu Kencana untuk mengemban tugas mulia menegakkan kedaulatan negara di laut," sambungnya.

Hadi menyatakan, kapal selam sebagai salah satu alutsista strategis yang wajib dimiliki suatu negara. Sebab kapal selam memiliki kekuatan pemukul strategis yang sangat diperhitungkan dalam peperangan modern.

Sejak kemunculannya pada awal abad 20 hingga perkembangannya sampai saat ini, kata Hadi, kapal selam telah menjadi alutsista vital bagi suatu negara, khususnya dalam situasi perang laut.

"Kemampuannya untuk mengintai dan menyerang sasaran tanpa terdeteksi menjadi kombinasi mematikan yang harus diperhitungkan dalam kalkulasi tempur lawan," ucap Hadi.

Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1). Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Lebih lanjut, Hadi menyebut pemilihan lokasi peresmian KRI merupakan simbol kesiapan TNI menegakkan kedaulatan negara di laut.

"Kesiapan fasilitas labuh di Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan ini, akan menambah operational reach atau jangkauan operasi kekuatan laut kita hingga ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia," ungkapnya.

Hadi menegaskan, TNI akan terus berkomitmen untuk melaksanakan program modernisasi alutsista secara bertahap. Hal itu dilakukan untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF) pada tahun 2024.

"KRI Alugoro-405 menjadi bukti dari kemajuan proses modernisasi yang terus berlangsung. Sehingga ke depan, penguatan kapasitas industri pertahanan nasional perlu untuk terus ditingkatkan dan mampu kita realisasikan bersama, agar kemandirian industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi jargon," kata Hadi.

"Semoga kehadiran KRI Alugoro-405 akan menjadi senjata pamungkas kita di laut untuk menghadapi berbagai tantangan terhadap kedaulatan negara," ucapnya.

TNI AL saat mengamankan kapal asing Vietnam pencuri ikan di Perairan Natuna. Foto: Dok. Istimewa

Dalam kesempatan yang sama, Hadi turut meletakkan batu pertama pembangunan Mako Guspurla Koarmada I.

Pembangunan Mako itu disebut Hadi sebagai tanda dimulainya pembangunan Markas Komando Gugus Tempur Laut Koarmada I sebagai Komando Pelaksana Operasi Tempur di kawasan barat Indonesia dan Posko Keamanan Laut Terintegrasi yang akan menjadi bagian dari penguatan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna.

"Natuna menjadi wilayah yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia. Sebagai pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS). Natuna berperan sebagai pangkalan depan untuk melakukan proyeksi kekuatan TNI hingga ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI)," beber Hadi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, para Pejabat Utama Mabes TNI, Mabes Polri dan Mabes Angkatan.