Panglima Ungkap Pemicu TNI di Deli Serdang Serang Warga: Kebut-kebutan Motor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Pada Jumat malam (8/11), sekitar 33 oknum TNI menyerang warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 1 warga tewas, dan 10 warga lainnya luka.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan duduk perkara penyerangan itu.

"Jadi memang diawali oleh anak-anak muda kebut-kebutan pakai motor, ditegur sama anggota karena mengganggu-meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban di jalan raya juga," kata Agus saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11).

Agus menegaskan, "Jadi anggota Kodam I menegur, (yang ditegur) tidak terima, terjadi adu mulut, dan kemudian maka terjadilah perkelahian massal."

"Sebenarnya kita sepakat, ya, geng-geng motor ya semacam itu harus ditertibkan karena meresahkan masyarakat, mengganggu jalan-jalan umum, paling banyaknya juga motornya bodong, saya waktu Pangdam itu kalau hari libur saya tarik, saya potong-potong, kebanyakan bodong. Ya semuanya sepakat itu harus kita tertibkan," ujar Agus.

"Pemerintah kan sekarang fokus mensejahterakan masyarakat, kemudian kita juga sedang makan bergizi untuk anak-anak sekolah itu supaya ke depan itu mempunyai generasi-generasi unggulan, bukan preman-preman seperti itu," kata Agus.

Menurut Agus, pemicu persoalan ini bukan "masyarakat" tapi "segelintir orang".

"Ya bukan masyarakat, segelintir orang yang kebut-kebutan. Saya rasa mungkin semua orang juga merasa jengah juga ya, bukan hanya TNI," ujar Agus.

Agus memastikan Pangdam I/Bukit Barisan sudah ambil-ambil langkah terkait.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Hariyanto, menyebutkan Pangdam I/Bukit Barisan telah mengambil langkah dengan menemui masyarakat.

"(Pertemuan) di Markas Batalyon Artileri Medan 2/KS (Kilap Sumagan) dan menemui keluarga korban, serta berjanji untuk mengusut tuntas kasus tersebut," kata Hariyanto, Senin (11/11).

Hariyanto melanjutkan, "Beberapa prajurit saat ini sedang dalam pengusutan Danpomdam I/BB. Mabes TNI akan terus mengawal proses anggota TNI tersebut."