Pangsit di China Terkontaminasi Virus Flu Babi Afrika

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Babi  Foto: VCG/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Babi Foto: VCG/Getty Images

Produsen makanan China menyatakan telah menemukan virus flu babi Afrika di beberapa pangsit beku.

Kasus ini mencuat di tengah upaya China meredam penyebaran flu babi. Virus itu pertama kali terdeteksi di China pada Agustus lalu.

Menurut seorang pejabat China, demi mencegah penyebaran flu, ratusan ribu babi telah dimusnahkan. Selain itu, pemerintah juga melarang pemindahan babi dari wilayah yang sudah terimbas virus.

Meski demikian, pada Senin (18/2) perusahaan makanan Sanquan Food yang bermarkas di Henan mengeluarkan pernyataan publik. Dalam pernyataan resminya mereka mengakui bahwa pangsit babi di dua provinsi terkontaminasi virus flu babi.

Ilustrasi pangsit. Foto: Shutter Stock

Perusahaan tersebut juga mengonfirmasi pangsit yang telah terkontaminasi itu sudah berada di beberapa pedagang eceran. Namun, produk-produk yang sudah terkontaminasi telah diberi tanda.

Terkait penarikan produk, Sanquan Food belum memberikan penjelasan lanjutan.

Virus flu babi tidak berbahaya bagi manusia. Walau begitu virus ini telah melumpuhkan industri makanan berdasar daging babi di China.

Harga saham Sanquan Food pun pada perdagangan di bursa efek Shenzhen Senin (18/2) ini mengalami penurunan sebanyak 2,2 persen.