Pansel KPK Didesak Tak Loloskan Capim Bermasalah: Jangan Tiru Pansel Sebelumnya
·waktu baca 2 menit

Panitia Seleksi (Pansel) KPK diharapkan untuk tidak meloloskan calon pimpinan lembaga antirasuah yang bermasalah. Sosok-sosok yang dinilai bermasalah berdasarkan rekam jejaknya, diminta tidak diloloskan dalam proses seleksi administrasi.
"Seleksi administrasi terhadap capim KPK inilah justru yang penting untuk melihat sejauh mana independensi dan kinerja pansel dalam menyaring calon-calon yang berintegritas dan tidak meloloskan mereka yang diketahui dari sumber-sumber yang dimiliki oleh Pansel bermasalah entah itu dari sisi etik ataupun lainnya," kata eks penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap kepada wartawan, Senin (15/7).
Yudi menilai, ketika pengumuman siapa saja capim dan dewas KPK yang lolos seleksi administrasi, diharapkan tidak ada nama orang-orang yang bermasalah dan ditolak publik. "Pansel jangan meniru kesalahan pansel sebelumnya," ucapnya.
Pansel yang mempunyai akses informasi rekam jejak terkait nama-nama orang yang mendaftar diminta jangan bertaruh dengan tetap meloloskan orang bermasalah dalam seleksi administrasi.
"Alasan apa pun meloloskan capim bermasalah tidak akan diterima oleh logika publik," kata dia.
Hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran capim dan dewas KPK. Yudi menyebut tidak perlu ada perpanjangan pendaftaran, pansel diminta untuk fokus saja dengan jadwal seleksi dan memilih 10 orang capim berintegritas dengan rekam jejak yang baik.
Wakil Ketua Pansel Capim dan Dewas KPK, Arif Satria, mengungkapkan per Sabtu (13/7) pukul 16.00 WIB, sudah ada 745 orang melakukan registrasi akun.
Sementara jumlah yang mendaftar sebagai capim sebanyak 138 orang, dan dewas sebanyak 104 orang.
