Panti Jompo Jadi Pusat Penyebaran Virus Corona di AS

Sebuah panti jompo menjadi pusat perhatian di seantero Amerika Serikat. Pasalnya, panti jompo di negara bagian Washington ini menjadi pusaran penyebaran virus corona di negara tersebut. Beberapa penghuni panti dan karyawan terjangkit virus corona, sebagian meninggal dunia.
Menurut pencatatan RS John Hopkins, Selasa (3/2), jumlah penderita virus corona di AS telah mencapai 122 orang. Sementara angka kematian mencapai 9 orang.
Diberitakan Reuters, sebanyak 27 penderita virus corona di AS berada di Washington, terbanyak berasal dari panti jompo Life Care Center di kota Kirkland. Pada Selasa, setidaknya 13 penderita virus corona berasal dari panti jompo ini. Lima pasien virus corona yang meninggal juga terlacak punya riwayat di Life Care Center.
Sejak Sabtu akhir pekan lalu, lebih dari 50 penghuni dan karyawan panti jompo itu menderita gejala virus corona, mirip sakit flu, seperti batuk, demam, hingga sesak napas. Mereka tengah menjalani pemeriksaan virus corona dan karantina.
Tidak hanya penghuni dan staf, sebanyak 30 petugas pemadam yang membantu mengeluarkan pasien dari Life Care juga dites virus corona. Setidaknya ada 12 orang petugas pemadam yang memiliki gejala dan harus dikarantina.
Hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana virus corona bisa masuk ke panti jompo berisikan 180 orang itu. Namun menurut Pusat Penularan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), panti jompo dan rumah sakit adalah tempat yang sangat mudah terjadi penularan virus corona atau COVID-19.
Di panti jompo, masyarakat tinggal bersama di tempat tertutup sehingga virus mudah menular. Selain itu, panti jompo berisikan warga lanjut usia dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun dan memiliki penyakit bawaan, membuat mereka rentan tertular.
"Satu hal yang pasti, panti jompo dan rumah sakit berpotensi berisiko tinggi, dan kami harus berpikir keras bagaimana cara melindungi mereka," kata Tom Frieden, pejabat CDC, dalam konferensi pers Senin lalu.
Saat ini di AS terdapat 1,3 juta warga lansia yang tinggal di panti-panti jompo. Frieden mengatakan CDC akan mengambil langkah pencegahan, salah satunya adalah menangguhkan sementara jam besuk keluarga.
Para warga mulai mempertimbangkan untuk mengeluarkan keluarga dan orang tua mereka dari panti jompo tersebut, tapi tak berdaya karena tidak bisa masuk. Saat ini, pengunjung di Life Care dibatasi dan mereka harus memakai alat pelindung diri.
Kim Frey mengaku beruntung masih bisa menjenguk ibunya yang berusia 89 tahun di Life Care. Frey boleh masuk karena seorang staf kasihan melihatnya berdiri di depan jendela untuk melihat ibunya. Frey sangat khawatir ibunya akan terpapar virus corona.
"Bagaimana jika dia meninggal, dan dia meninggal sendirian?" kata Frey saat diwawancara Seattle Times.
