Pantun Hasto: Demokrasi dalam Kegelapan, Hukum Diperdagangkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kamis (12/4). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kamis (12/4). Foto: Haya Syahira/kumparan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membacakan pantun bernada kritik saat acara Halalbihalal Barikade 98. Ia menyinggung kondisi demokrasi saat ini sedang dalam kegelapan.

Awalnya, ia menyapa Ganjar Pranowo yang juga hadir. Ganjar menggunakan baju berwarna hitam.

"Beri tepuk tangan untuk Pak Ganjar. Bajunya hitam cermin kegelapan dalam demokrasi saudara saudara sekalian," kata Hasto di Markas Barikade 98, Jakarta Pusat, Selasa (7/5).

Pernyataan Hasto pun langsung disambut gemuruh hadirin. Termasuk selain Ganjar, ada Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, dan tokoh NU Yenny Wahid.

Tak lama, kemudian Hasto membacakan pantun bernada sindiran ke pemerintah saat ini.

Berikut bunyinya:

Demokrasi Indonesia dalam kegelapan

Hukum pun kini diperdagangkan

Barikade 98 gelorakan spirit perjuangan

Kekuatan kebenaran rakyat tidak bisa dilawan saudara saudara