Pantun Muzani di Sidang Tahunan: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat

Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaukan 3 pantun di ujung pidatonya saat Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Muzani pun membacakan beberapa pantun sebelum ia menutup pidatonya.
“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Sebelum tutup, kami izin diizinkan untuk membaca tiga buah pantun,” kata Muzani.
Pantun pertama yang dibacakannya berpesan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang adil dan makmur. Lalu yang kedua, berpesan untuk kebijakan Presiden membuat Indonesia semakin menyala.
“Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
“Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden yang merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,” sambung dia.
Kemudian, Muzani pun membacakan pantunnya yang terakhir. Dalam pantun itu, ia meminta seluruh rakyat Indonesia untuk tidak saling menghujat.
“Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari bersatu jangan saling menghujat,” pungkasnya.
Pantunnya pun mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin. Agenda dilanjutkan dengan pidato Ketua DPD Sultan B. Najamudin dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
