Paparkan Strategis Kelautan di IPB, Anies Ungkap Cara Majukan Kepulauan Seribu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dalam Food and Agriculture Summit III di IPB Bogor, Senin (18/12/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dalam Food and Agriculture Summit III di IPB Bogor, Senin (18/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan memaparkan visi dan misinya dalam Food and Agriculture Summit III di IPB Bogor, Senin 18 Desember 2023. Salah satunya, Anies mengungkapkan agenda strategis perikanan dan kelautan.

“Untuk peningkatan produksi perikanan kami siapkan bantuan untuk penyimpanan dan jaminan keselamatan kerja. Kemudahan izin melaut bagi nelayan. Lalu perbaikan data produksi dan pemetaan potensi perikanan tangkap secara nasional,” ujar Anies, Senin 18 Desember 2023.

Adapun untuk keberlanjutan tata kelola kelautan, kata Anies, adalah tindakan yang tegas atas aktivitas yang illegal, unregulated dan unreported di laut kita. Lalu menghentikan eksploitasi laut yang merusak, termasuk ekspor pasir laut, kebijakan pungutan kuota dan lainnya.

“Kemudian keterhubungan antarpulau, pelabuhan terintegrasi dengan infrastruktur darat. Kita harus meningkatkan konektivitas dan intensitas transportasi laut serta sistem logistik yang efisien dan terintegrasi,” lanjut Anies.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dalam Food and Agriculture Summit III di IPB Bogor, Senin (18/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Anies mengaku bersyukur sekali dapat kesempatan mengurus Jakarta, karena Jakarta itu satu-satunya kota di dunia yang memiliki kepulauan.

“Kalau punya pulau banyak. Tapi kalau kepulauan, hanya Jakarta. Jakarta itu kepulauannya ada 111 pulau dan yang dihuni ada 11,” ungkapnya.

“Kami ingat ketika itu ketimpangannya luar biasa. Sekarang di sana konektivitas terbangun, air bersih terbangun. Bahkan air bersih di Kepulauan Seribu itu sekarang drinkable water. Jadi kita yang di darat itu, kalah dengan di Pulau Seribu sekarang. Kenapa? Ya karena ketika kita membangun air bersih, teknologinya sudah lebih murah pada drinkable,” ungkap dia.

Anies mengungkapkan bahkan Pasar Induk Kramat Jati dibangun di Pulau Seribu, sehingga warung-warung di Pulau Seribu kalau kulakan tidak harus ke daratan.

“Mereka kulakannya cukup ke sana. Saat itu, bagaimana kita mengirimkan pesan kepada rakyat Indonesia yang ada di berbagai pulau, kalau kepulauan di ibu kota saja tertinggal. Kalau kita majukan Kepulauan Seribu, kita sedang mengirimkan pesan ke seluruh Indonesia, your turn will be coming soon,” kata dia.

(RB)