Para Agen Intelijen Negara ASEAN Berkumpul di Bali, Ada Apa?
·waktu baca 2 menit

Agen intelijen militer negara ASEAN berkumpul di Bali. Tukar menukar informasi dilakukan, termasuk tantangan yang akan dihadapi di kawasan ASEAN.
Dalam siaran pers Mabes TNI, Senin (5/6), dalam acara ASEAN Military Intelligence Meeting (AMIM) itu dihadiri pula oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Dr. Angkasa Dipua.
"Kita secara individu dan kolektif memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan kemakmuran Internasional. Sebagai Kepala Intelijen Militer di negara ASEAN kami bertekad untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi saat ini," kata Angkasa.
Laksda Angkasa menyampaikan upaya untuk membangun kerja sama intelijen militer yang kuat dan berkelanjutan dan harus diatasi bersama.
“Namun demikian kita telah mencapai target untuk menuju kerja sama yang lebih kuat melalui berbagai inisiatif dalam kerangka AMIM," tegas Angkasa.
Lebih lanjut disampaikan Angkasa, bahwa prakarsa ini akan semakin memperkuat kerja sama yang sudah terjalin kuat di antara personel intelijen militer ASEAN.
“Pandangan serta langkah-langkah konkret yang kita hasilkan dalam pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat Komunitas Intelijen Militer ASEAN, dan akan diimplementasikan lebih lanjut dalam Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN/ASEAN Chiefs of Defence Force Meeting (ACDFM)," tutup Laksda TNI Angkasa Dipua.
Tema yang diusung AMIM ke-20 tahun 2023 yakni “Penguatan Komunitas Intelijen Militer ASEAN dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Kawasan Baru”.
Acara ini diikuti oleh 11 negara ASEAN, yakni Indonesia, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Timor Leste.
