Parlemen Eropa Setujui Penggunaan Paspor Vaksinasi Digital
·waktu baca 2 menit

Parlemen Eropa memberikan persetujuan akhir penggunaan sertifikat digital COVID-19 atau yang kerap disebut paspor vaksin. Aplikasi smart phone ini bakal menjadi barang wajib bagi para warga Eropa yang ingin bepergian ke wilayah Uni Eropa.
Rencana paspor vaksin akan mulai berlaku pada 1 Juli 2021. Siapa saja yang sudah punya sertifikat virtual vaksinasi tersebut bisa bebas berkunjung ke negara Eropa lainnya tanpa karantina dan tes tambahan.
Pengesahan paspor vaksin dilakukan dalam dua pemungutan suara di Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis pada Rabu (9/6/2021). Pada kesempatan tersebut, anggota parlemen Eropa juga sukses menyetujui kesepakatan yang mewajibkan negara anggota tidak menyertakan aturan tambahan bagi pemegang paspor.
"Negara anggota kini harus memberikan persetujuannya pada aplikasi ini, yang sudah dipandang sebagai formalitas," ucap keterangan Parlemen Eropa seperti dikutip dari VoA.
Saat kebijakan paspor vaksin mulai berlaku, semua negara Uni Eropa harus mengakui keberadaan sertifikat daring itu. Sertifikat akan dikeluarkan di setiap negara anggota bukan terpusat di satu negara.
Sertifikat itu berisi QR code beserta fitur pengamanan lain. Yang bisa memperoleh sertifikat daring ini adalah setiap individu yang sudah disuntik vaksin.
Parlemen Uni Eropa menyatakan, hanya warga yang mendapat vaksin diizinkan oleh Badan Obat-obatan Eropa (EMA) yang bisa mendapat sertifikat ini.
Ada empat vaksin yang sudah mendapat izin penggunaan dari EMA. Mereka adalah Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson's.
Sedangkan bagi warga Uni Eropa yang menerima vaksin di luar itu, maka negara-negara anggota yang bakal memutuskan apakah mereka bisa diberikan paspor atau tidak.
