Parlemen OKI Diminta Dorong Israel Dituntut di Mahkamah Internasional
·waktu baca 2 menit

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mendorong forum Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau konferensi Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang ke-19 memberikan rekomendasi berupa tuntutan sanksi Israel ke Mahkamah Internasional.
Ia menyoroti hal tersebut lantaran dari negara Islam maupun penduduk Islam di dunia yang tidak mengambil tindakan atas kekerasan kemanusiaan akibat konflik antara Israel dan Hamas.
”Dunia seolah lumpuh untuk mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan Palestina. Israel melakukan aksi-aksi di luar perikemanusiaan terhadap warga Palestina,” ujar Said dalam keterangannya, Kamis (15/5).
“Namun tidak ada hukuman apa pun terhadap Israel, yang seharusnya dibawa ke meja hijau Mahkamah Internasional di Den Haag. Saya berharap konferensi PUIC merekomendasikan tuntutan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional,” imbuhnya.
Ketua DPP PDIP itu menyerukan dalam forum OKI agar negara-negara Islam bersatu untuk menghentikan agresi militer Israel. Terlebih, situasi global yang semakin tak menentu.
“Dunia menghadapi persaingan ekonomi dan politik seperti perang tarif perdagangan telah merusak tatanan perdagangan global, perubahan iklim, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan ketegangan geopolitik,” ungkapnya.
“Kita berharap melalui rekomendasi PUIC ini, dunia Islam mampu memanifestasikan ajaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, untuk memberikan jalan keluar atas masalah masalah di atas,” tutup Said.
PUIC ke-19 digelar sejak Senin (12/5). Acara ini akan berlangsung hingga hari ini, Kamis (15/5).
