Partai Berkarya Tak Ingin Ikuti Jejak PSI dan Perindo Temui Jokowi

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengambilan nomer urut Partai Berkarya (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengambilan nomer urut Partai Berkarya (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Dua partai baru PSI dan Perindo telah mendatangi Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut dalam rangka mendengarkan wejangan Jokowi untuk menghadapi Pemilu 2019.

Namun, ternyata tidak semua partai baru ingin menemui presiden di Istana. Salah satunya partai besutan Tommy Soeharto, Partai Berkarya.

Sekjen Partai Berkarya Badarudin Andi Picung mengatakan, partainya sama sekali tidak berpikir untuk menemui Presiden Jokowi. Sebab, partainya saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi internal di berbagai daerah.

“Kami lagi fokus konsolidasi internal. Jadi bagi Berkarya itu tidak terpikiran (menemui presiden),” kata Andi saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Rabu (7/3).

Perindo ke Istana Negara. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Perindo ke Istana Negara. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Kendati demikian, Andi mengatakan pihaknya akan bersedia datang ke Istana apabila presiden mengundang partainya untuk audiensi dan tukar pikiran. Tetapi, Andi memastikan Partai Berkarya tidak akan berafiliasi dengan koalisi pendukung Jokowi di 2019.

Partainya baru akan menentukan sikap dukungan resmi di Pilpres 2019 pada Rapimnas yang akan dilaksanakan tanggal 10-13 di Solo, Jawa Tengah.

“Ya kalau diundang sih kita pasti datang. Kan namanya juga presiden. Tapi kalau dalam langkah untuk berafiliasi ke beliau (Jokowi) dalam rangka periode ke dua itu belum. Kita belum ada pikiran atau menyatakan dukungan,” ucap dia.

Maka itu, inisiatif untuk bertemu dengan presiden bukan menjadi agenda prioritas bagi Partai Berkarya.

“Kita sih ya ketemu it's oke. Enggak masalah, tapi bukan prioritas utama untuk ketemu presiden sekarang,” tutupnya.

PSI ke Istana (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PSI ke Istana (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)