Partai Republik Berjaya di Pemilihan DPR AS, Bakal Jadi Ancaman Bagi Joe Biden?
·waktu baca 2 menit

Partai Republik dipastikan memenangkan pemilu paruh waktu untuk pemilihan anggota DPR AS. Kepastian itu didapat pada Kamis (17/11).
Berdasarkan aturan pemilu paruh waktu AS, untuk memenangkan pemilihan DPR, dibutuhkan suara minimal 218 kursi.
Dikutip dari Reuters, Partai Republik telah memenuhi syarat tersebut karena telah meraih 218 kursi. Sementara pesaingnya Partai Demokrat, baru meraih 210 kursi.
Kemenangan ini membuat Partai Republik memiliki kekuatan untuk 'merusak' agenda Presiden AS Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat.
Sebab Partai Republik mampu menghalangi isu prioritas Partai Demokrat seperti hak aborsi, serta meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan maupun keluarga Biden.
Bakal Jadi Ancaman Buat Joe Biden?
Berjayanya Partai Republik di DPR diperdiksi akan mengurangi separuh kekuatan Biden di pemerintahan.
Biden telah mengantisipasi masalah ini dengan mengisyaratkan dirinya ingin agar Partai Republik bekerja sama.
Melalui panggilan telepon, Biden berbicara dengan Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Republik, Kevin McCarthy.
"Rakyat Amerika telah menjelaskan, saya pikir, bahwa mereka mengharapkan Partai Republik juga siap untuk bekerja dengan saya," kata Biden.
McCarthy sudah dipastikan akan mencalonkan diri sebagai Ketua DPR. Tetapi, dia akan kesulitan menyatukan kaukusnya yang terpecah.
Pasalnya, kaum sayap kanan garis keras enggan berkompromi.
Sepanjang sejarah, partai yang berkuasa nyaris selalu kehilangan kursi dalam pemilihan sela AS. Meski mampu menghindari kekalahan signifikan, para pemilih menolak Partai Demokrat akibat tingkat inflasi selama pemerintahan Biden.
Sedangkan Partai Republik menanggung kecaman karena berusaha melarang aborsi dan menuduh kecurangan penghitungan suara.
Mantan Presiden AS, Donald Trump, telah mengulangi klaim itu sejak kalah melawan Biden dalam Pilpres 2020. Biden lantas membingkai Pemilu sela kali ini sebagai ujian terhadap demokrasi AS.
