Partai Separatis Menang Pemilu Quebec, Kanada Terancam Pecah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pendukung Parti Quebecois (PQ) bersorak saat anggota partai tersebut terpilih di Montreal, Quebec, Kanada, Senin (5/10/2026). Foto: ANDREJ IVANOV / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pendukung Parti Quebecois (PQ) bersorak saat anggota partai tersebut terpilih di Montreal, Quebec, Kanada, Senin (5/10/2026). Foto: ANDREJ IVANOV / AFP

Partai separatis menang pemilu lokal di Provinsi Quebec, Kanada, Senin (5/10) waktu setempat. Hasil itu berpotensi mengancam persatuan Kanada.

Quebec merupakan salah satu provinsi terbesar di Kanada dengan penduduk sebanyak kurang lebih sembilan juta orang. Partai Quebecois (PQ) yang memenangi pemilu lokal tersebut juga dipimpin tokoh separatis Paul St-Pierre Plamondon.

Pria itu secara terbuka menegaskan akan berupaya mendorong referendum untuk memisahkan Quebec dari Kanada saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak lagi menjabat sebagai pemimpin negara tetangganya itu.

Para pendukung Parti Quebecois (PQ) bersorak saat anggota partai tersebut terpilih di Montreal, Quebec, Kanada, Senin (5/10/2026). Foto: ANDREJ IVANOV / AFP

"Referendum adalah kesempatan untuk memutuskan hal-hal sendiri, suatu hari keinginan kami akan tercapai," kata Plamondon seperti dikutip dari Reuters.

Dalam pemilu lokal 2026 ini, PQ berhasil memenangi 59 dari 127 kursi di parlemen Quebec.

Mereka hanya kurang lima kursi dari syarat untuk menjadi partai mayoritas di parlemen. Gagal menjadi pemegang kursi mayoritas membuat upaya PQ untuk menggelar referendum pemisahan diri dari Kanada semakin sulit.

Plamondon menyebut, untuk mewujudkan referendum tersebut, mereka akan mengajak partai lain berkoalisi. Bahkan, target koalisi PQ mencakup berbagai partai oposisi di parlemen.

Sebenarnya, upaya memerdekakan diri dari Kanada sudah lama diupayakan PQ. Mereka sempat menggelar referendum pada 1980 dan 1995, dengan hasil yang menunjukkan masih kecilnya suara warga yang menginginkan perpisahan dengan Kanada.

Terkait kemenangan terbarunya, Plamondon menekankan pentingnya mempertahankan kepentingan Quebec. Namun, Plamondon menyatakan terbuka dan senang jika bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kanada di bawah Perdana Menteri Mark Carney, asalkan hal itu masih sesuai dengan perjuangan Quebec.

Quebec adalah bekas koloni Prancis abad ke-17 yang kemudian diserahkan ke Britania Raya. Quebec kini menjadi satu-satunya provinsi di Kanada yang menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi tunggalnya.