Pasar Senilai Rp 13 Miliar Segera Dibangun di Kepulauan Seribu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pedagang pasar melayani para pembeli. (Foto: ANTARA/Wira Suryantala)
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang pasar melayani para pembeli. (Foto: ANTARA/Wira Suryantala)

Rencana pembangunan pasar di Kepulauan Seribu hingga kini belum terealisasi. PD Pasar Jaya berencana membangun pasar di Kepulauan Seribu dan ditargetkan selesai dalam waktu 3 bulan.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya tinggal menunggu surat penugasan dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengeksekusi rencana tersebut. Jika surat penugasan telah diterima, maka pihaknya akan langsung membangun pasar di sana.

"Kita langsung bangun di Pulau Karya atau pulau-pulau terdekat lainnya yang nantinya disarankan oleh pemerintah," ungkap Arief seusai rapim di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (30/1).

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Pembangunan pasar ini bertujuan agar harga kebutuhan sembako antara darat dan kepulauan sama. Selama ini, harga sembako di Kepulauan Seribu tinggi karena pasokan barang diambil dari luar pulau. Arief mengatakan PD Pasar Jaya saat tengah mempersiapkan bentuk-bentuk pasar yang akan dibangun.

Salah satu opsi bentuk pasar yang akan dibangun adalah perkulakan. Arief mengatakan bentuk pasar seperti perkulakan dibutuhkan sebagai pemasok barang-barang kebutuhan untuk pedagang di Kepulauan Seribu. Dengan adanya perkulakan, diharapkan pedagang warung kecil di Kepulauan Seribu dapat berbelanja kebutuhan warungnya di pasar kulakan itu.

"Kita siapkan UKM nya. Ini kan fokusnya pedagang yang nantinya menjual lagi ke masyarakat yang kemudian kita jaga di situ," tutur Arief.

Luas lokasi pasar mencapai 3.000 meter persegi. Anggaran yang akan dikeluarkan sebesar Rp 13 miliar, terdiri dari Rp 4 miliar untuk untuk working capital (modal kerja) dan infrastruktur sebesar Rp 9 miliar.